Dinkes Waspadai Risiko Keracunan MBG, Kumpulkan SPPG Se Bandar Lampung

Dinkes Waspadai Risiko Keracunan MBG, Kumpulkan SPPG Se Bandar Lampung

Dinkes Bandar Lampung mengumpulkan SPPG di Kota Tapis Berseri.Foto Ist.--

RADARLAMPUNG.CO.ID– Guna mencegah munculnya kasus keracunan makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi fokus utama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandar Lampung. Untuk itu, Dinkes mengumpulkan para Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam rapat koordinasi yang digelar di Aula Dinkes, Kamis, 25 Juni 2026.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Muhtadi A. Temenggung, mengatakan pengawasan keamanan pangan harus menjadi perhatian seluruh pengelola SPPG. 

"Sebab, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah makanan yang dibagikan, tetapi juga dari kualitas dan keamanan pangan yang diterima masyarakat," katanya.

Menurutnya, setiap tahapan penyediaan makanan harus memenuhi standar yang berlaku, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, hingga pendistribusian kepada penerima manfaat.

"SPPG merupakan ujung tombak pelaksanaan program di lapangan. Karena itu seluruh proses harus dilakukan sesuai standar agar manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat," ujarnya.

Dalam rapat tersebut, Dinkes juga memaparkan perkembangan pelaksanaan MBG di Bandar Lampung. Dari 151 SPPG yang telah terdaftar, sebanyak 146 unit atau sekitar 97 persen sudah aktif beroperasi melayani penerima manfaat.

Tak hanya itu, penguatan aspek keamanan pangan juga terus dilakukan. Dari 113 pengajuan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), sebanyak 98 sertifikat telah diterbitkan, sementara 15 lainnya masih dalam proses verifikasi.

BACA JUGA: Puluhan Sekolah Masih Dipimpin Plt, DPRD Bandar Lampung Minta Pemkot Segera Angkat Kepsek Definitif

Dinkes turut mencatat sebanyak 4.065 penjamah pangan telah mengikuti pelatihan dan memperoleh sertifikasi. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan makanan yang disajikan memenuhi standar kebersihan dan keamanan.

Meski capaian program cukup baik, Dinkes mengakui masih terdapat sejumlah tantangan. Di antaranya peningkatan kapasitas sumber daya manusia, efektivitas distribusi makanan, ketersediaan sarana pendukung, hingga konsistensi penerapan standar keamanan pangan di seluruh SPPG.

Sebagai tindak lanjut, Dinkes akan memperkuat sistem monitoring terpadu, meningkatkan kompetensi pengelola SPPG, serta memperketat pengawasan mutu pangan guna meminimalkan risiko gangguan kesehatan akibat makanan.

BACA JUGA:Mulai Tahun Ajaran Baru, Guru di Lampung Akan Sambangi Rumah Siswa Pantau Perkembangan Akademik

Muhtadi menegaskan pihaknya tidak ingin Program MBG yang bertujuan meningkatkan gizi masyarakat justru menimbulkan persoalan baru.

"Kami ingin memastikan layanan MBG di Bandar Lampung berjalan aman, berkualitas, dan bebas dari penyakit bawaan pangan," tegasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: