Ketimpangan Murid Baru di SD Negeri Metro Jadi Perhatian, Pemkot Minta Dinas Evaluasi
Foto Ist.--
RADARLAMPUNG.CO.ID– Ketimpangan jumlah peserta didik baru di sejumlah sekolah dasar (SD) negeri di Kota Metro pada awal Tahun Ajaran 2026/2027 menjadi perhatian Pemerintah Kota Metro.
Wakil Wali Kota Metro, M. Rafieq Adi Pradana, menginstruksikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan segera melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) sekaligus menyusun langkah pemerataan jumlah siswa di seluruh sekolah negeri.
Instruksi tersebut disampaikan Rafieq setelah mengikuti Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah pada Senin, 13 Juli 2026.
Selain mengantar anaknya ke SD Negeri 1 Metro, ia juga menyempatkan diri meninjau sejumlah sekolah dan menerima laporan adanya SD negeri yang hanya memperoleh sekitar 20 peserta didik baru.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan masih adanya ketimpangan yang cukup mencolok antar sekolah negeri di Kota Metro. Di satu sisi terdapat sekolah yang menjadi tujuan utama masyarakat, sementara di sisi lain ada sekolah yang kesulitan mendapatkan murid baru.
"Saya mendapat informasi ada SD negeri di Metro Pusat yang hanya menerima sekitar 20 murid baru. Kondisi ini perlu menjadi perhatian karena menunjukkan masih adanya ketimpangan jumlah murid di sekolah negeri," ujar Rafieq.
Ia menjelaskan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan proses penerimaan peserta didik, tetapi juga berpengaruh terhadap keberlangsungan operasional sekolah. Pasalnya, besaran Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diterima setiap satuan pendidikan dihitung berdasarkan jumlah peserta didik yang terdaftar.
Rafieq menilai, apabila jumlah murid terus menurun, maka anggaran yang diterima sekolah juga akan semakin kecil. Dampaknya, sekolah akan menghadapi kesulitan dalam memenuhi berbagai kebutuhan operasional, mulai dari pemeliharaan sarana dan prasarana, penyediaan fasilitas pembelajaran, hingga upaya meningkatkan kualitas pendidikan.
"Kalau jumlah murid sedikit, dana BOS yang diterima juga kecil. Jika kondisi ini terus berlangsung, sekolah akan kesulitan memenuhi kebutuhan operasional. Bahkan dalam jangka panjang sekolah bisa terancam tutup," tegasnya.
Ia juga menyoroti masih kuatnya persepsi masyarakat mengenai adanya sekolah favorit dan nonfavorit. Kondisi tersebut membuat calon peserta didik cenderung memilih sekolah tertentu sehingga terjadi penumpukan pendaftar, sementara sekolah lainnya kekurangan murid.
Selain itu, sekolah negeri juga menghadapi persaingan dengan sekolah swasta yang terus berupaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan melalui berbagai program unggulan, prestasi akademik maupun nonakademik, serta pengembangan fasilitas belajar.
Karena itu, Rafieq meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro tidak hanya mengevaluasi mekanisme pelaksanaan SPMB, tetapi juga melakukan pembenahan secara menyeluruh terhadap kualitas pendidikan di seluruh sekolah negeri.
BACA JUGA:Tinjau MBG di Sekolah, Gubernur Mirza dan Kajati Temukan Sejumlah Catatan
Langkah tersebut meliputi pemerataan tenaga pendidik, peningkatan sarana dan prasarana, hingga penguatan program pembelajaran.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


