Dialog Bareng Petani Pringsewu, Gubernur Mirza Beri Solusi Stabilitas Harga Gabah

Dialog Bareng Petani Pringsewu, Gubernur Mirza Beri Solusi Stabilitas Harga Gabah

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas berbaur mendengar masukan dari petani ,kelompok tani di Sumberagung Pringsewu, Jum'at (14/8)-Foto.Agus S/Radar Lampung-

RADARLAMPUNG.CO.ID- Bantuan alat pengering gabah dan jagung (Dryer Rice Milling Unit/DRMU) dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menjadi angin segar bagi sektor pertanian di Kabupaten Pringsewu.

Selain memangkas waktu pengeringan, teknologi pascapanen ini terbukti efektif mendongkrak produktivitas serta menjaga mutu beras hasil panen petani.

Di sisi lain, keberadaan fasilitas penunjang ini disambut positif oleh Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) Lampung. 

Pihaknya berharap peningkatan produksi ini diimbangi dengan stabilitas harga gabah dan optimasi penyerapan di tingkat pasar.

Pengurus Perpadi Lampung, Sabar, menegaskan komitmen pengusaha penggilingan dalam mendukung program swasembada pangan pemerintah. 

Menurutnya, penggilingan lokal terus berupaya menyerap hasil panen masyarakat meski menghadapi tantangan fluktuasi harga.

BACA JUGA:Perkuat Sinergi dan Kerukunan, Kapolres Pringsewu AKBP Dadi Perdana Putra Silaturahmi ke FKUB

"Kami dari penggilingan padi berjuang keras membantu pemerintah mewujudkan swasembada pangan. Kalaupun kadang harus nombok, operasional tetap jalan agar tenaga kerja tetap terpikirkan," ujar Sabar saat menghadiri kunjungan kerja Gubernur Lampung Rahmad Mirzani Djausal di Pekon Sumber Agung, Kecamatan Ambarawa, Pringsewu, Jumat 14 Agustus 2026.

Sabar juga menilai kapasitas penyerapan gabah di daerah. Dari total produksi padi Lampung yang menembus angka kisaran 3 juta ton, kapasitas serap Bulog berada di kisaran 10 persen. Sebagian besar hasil panen lainnya diserap oleh pasar bebas dan industri penggilingan lokal.

Ia meminta pemerintah memperhatikan potensi overload stok saat puncak panen raya agar harga di tingkat petani tidak melandai drastis.

BACA JUGA:Kesadaran Warga Pringsewu Meningkat, Satu Pucuk Senjata Api Rakitan Kembali Diserahkan ke Polisi

Solusi Pascapanen dan Kualitas Beras Meningkat

Keluhan dan harapan tersebut ditanggapi langsung oleh para petani pengguna bantuan. 

Pengurus Kelompok Tani (Poktan) Sumber Tani VII, Warsito, mengaku bantuan mesin pengering berkapasitas 20 ton ini membawa dampak signifikan terhadap daya tawar dan kualitas hasil panen.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: