Perusahaan Lain Bisa Salurkan CSR, Mengapa Semen Baturaja Tidak?

Perusahaan Lain Bisa Salurkan CSR, Mengapa Semen Baturaja Tidak?

Lurah Way Laga, Muhadi.---Foto: Prima Imansyah Permana/ Radarlampung.co.id.---

RADARLAMPUNG.CO.ID — Sejumlah perusahaan di sekitar Kelurahan Way Laga, Kecamatan Sukabumi, Bandarlampung, masih menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat, mulai dari bantuan bencana, hewan kurban hingga dukungan kegiatan keagamaan. 

Namun, kontribusi PT Semen Baturaja (SBR) terhadap warga di sekitar kawasan operasionalnya justru dipertanyakan. 

Lurah Way Laga, Muhadi, mengaku belum menerima laporan penyaluran tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Semen Baturaja sejak dirinya menjabat pada 2022. 

Sementara itu, informasi yang diterimanya dari masyarakat menyebutkan bantuan perusahaan tersebut telah terhenti sejak 2014, di tengah keluhan warga mengenai debu dari aktivitas industri.

BACA JUGA:Gandeng PKK Pringsewu, Itera Dorong Abon Ampas Tahu Tembus Pasar Digital

"Jujur, sebelum saya menjabat di sini, saya tidak tahu apakah warga mendapatkan CSR atau tidak. Saya baru mengetahui persoalan ini ketika muncul protes warga terkait gangguan debu," ujar Muhadi saat diwawancarai Radarlampung.co.id, Senin 28 September 2026.

Menurutnya, perusahaan lain di sekitar Way Laga masih menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat, meskipun sebagian besar merupakan perusahaan pergudangan yang tidak memiliki aktivitas produksi.

Ia mencontohkan, sejumlah perusahaan memberikan bantuan ketika masyarakat menggelar kegiatan gotong royong maupun keagamaan. 

Bahkan, ada perusahaan yang memberikan bantuan secara langsung kepada warga melalui pembagian kupon tanpa menyampaikan data penerima secara terperinci kepada kelurahan.

BACA JUGA:DKP Bandar Lampung Koordinasi ke Kelurahan, Cari Lahan Strategis Budidaya Ikan Tematik KKP

Salah satu contohnya adalah perusahaan LDC yang pernah memberikan bantuan kepada masyarakat saat terjadi banjir. Perusahaan yang berada di Way Lunik, Panjang tersebut juga disebut rutin menyumbangkan satu ekor sapi kurban untuk warga di dua RT, yaitu 15 dan 16 wilayah Way Laga bawah. 

"Kalau untuk kegiatan keagamaan, perusahaan di sini peduli dan pasti menyumbang. Ada juga perusahaan yang membantu ketika warga membutuhkan dukungan untuk gotong royong," jelasnya. 

Kondisi tersebut menjadi pembanding di tengah aspirasi warga RT 15 dan 16 Way Laga yang berharap bantuan CSR Semen Baturaja kembali disalurkan. 

Berdasarkan informasi yang diterima Muhadi, warga terakhir kali mendapatkan bantuan sekitar 2012, sebelum kemudian terhenti pada 2014 yang dikaitkan dengan pemekaran wilayah kecamatan. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait