Paylabs Perluas Kanal Digital Pembayaran Retribusi Lampung

Paylabs Perluas Kanal Digital Pembayaran Retribusi Lampung

Pengembangan sistem tersebut dilakukan melalui kolaborasi Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Lampung, Paylabs dan Bank Lampung. ---Foto : Ist.---

RADARLAMPUNG.CO.ID — Pembayaran retribusi daerah di Lampung mulai diarahkan ke sistem yang lebih fleksibel dan terdigitalisasi. Melalui ekosistem Satu Aplikasi Belanja retribusi Daerah (SAIBARA), masyarakat kini memiliki lebih banyak pilihan Pembayaran, mulai dari QRIS, virtual account, dompet digital hingga paylater.

Pengembangan sistem tersebut dilakukan melalui kolaborasi Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Lampung, Paylabs dan Bank Lampung. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian di Kantor Bapenda Lampung, Bandar Lampung, Rabu 7 Oktober 2026.

Kepala Bapenda Provinsi Lampung Saipul mengatakan, digitalisasi pembayaran retribusi merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah menghadirkan layanan publik yang lebih mudah diakses masyarakat.

Melalui SAIBARA, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan retribusi dalam satu platform sekaligus memilih metode pembayaran yang sesuai dengan kebutuhannya.

BACA JUGA:Wisuda Periode XII UAP Lepas 861 Lulusan, Rektor Tekankan Integritas dan Adaptasi Teknologi

Saat ini, SAIBARA telah digunakan oleh 22 organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Lampung dan mencakup berbagai layanan retribusi, terutama sektor pariwisata dan layanan publik.

Yang diperkuat dalam kolaborasi ini adalah sisi infrastruktur pembayarannya. Paylabs mengintegrasikan berbagai kanal pembayaran ke dalam ekosistem SAIBARA, sehingga pengguna dapat memilih kanal transaksi sesuai kebutuhannya.

Direktur Paylabs Bram Helianto mengatakan, pihaknya mendukung Bapenda Lampung dan Bank Lampung melalui infrastruktur pembayaran yang memungkinkan berbagai kanal transaksi terintegrasi dalam satu ekosistem.

Dengan integrasi tersebut, pembayaran retribusi dapat dilakukan secara digital tanpa bergantung pada satu metode pembayaran. Setelah transaksi berhasil, status dan detail pembayaran juga dapat dipantau melalui aplikasi, termasuk dokumen transaksi seperti Surat Penetapan Retribusi Daerah (SPdORD) dan Surat Ketetapan Retribusi Daerah (SKRD).

BACA JUGA:Disiplin hingga Golden Ticket ITERA, DWP Kemendikdasmen Dorong Boxing Jadi Wadah Karakter Pelajar Lampung

Pilihan pembayaran yang tersedia juga mencakup Paylater atau Buy Now Pay Later (BNPL), termasuk melalui Shopee PayLater. Opsi tersebut menjadi alternatif sumber dana pembayaran yang melengkapi QRIS, virtual account dan dompet digital dalam ekosistem SAIBARA.

Perluasan kanal digital ini berlangsung di tengah pertumbuhan transaksi pembayaran digital secara nasional. Bank Indonesia mencatat volume transaksi pembayaran digital mencapai 16,07 miliar transaksi pada kuartal II 2026, tumbuh 36,88 persen secara tahunan. Transaksi QRIS pada periode yang sama bahkan tumbuh 100,12 persen.

Dari sisi perbankan, Bank Lampung mendukung integrasi tersebut melalui infrastruktur pembayaran sekaligus proses settlement penerimaan ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) Bapenda Lampung.

Direktur Utama Bank Lampung Indra Merviana mengatakan, pihaknya mendukung pembayaran melalui QRIS serta menjalankan peran dalam proses settlement ke RKUD Bapenda Lampung.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait