Sinergi Digitalisasi SPBU dan Solusi Bersama Mengurai Antrean Solar di Bandar Lampung

Sinergi Digitalisasi SPBU dan Solusi Bersama Mengurai Antrean Solar di Bandar Lampung

Sinergi Digitalisasi SPBU dan Solusi Bersama Mengurai Antrean Solar di Bandar Lampung. -Foto Anggi Rhaisa/Radar Lampung-

RADARLAMPUNG.CO.ID- Dinamika mobilitas perkotaan di Kota Bandar Lampung kembali menemui babak baru yang menuntut kolaborasi lintas sektoral secara menyeluruh.

Persoalan antrean panjang kendaraan bertonase besar di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) khususnya yang mengandalkan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar subsidi dalam beberapa waktu terakhir memicu perhatian serius dari berbagai pihak. 

Mulai dari kawasan Mambo, jalur dua Urip Sumoharjo, depan Markas Kepolisian Daerah (Mapolda Lampung), hingga kawasan strategis sekitar Mall Boemi Kedaton (MBK), kepadatan arus lalu lintas kerap menjadi ujian tersendiri bagi kenyamanan warga dan kelancaran aktivitas ekonomi lokal.

Namun di balik tantangan harian tersebut, tersimpan sebuah komitmen besar dari para pemangku kebijakan, aparat penegak hukum, pemerintah daerah, hingga badan usaha penyalur energi. 

Alih-alih berhenti pada keluhan kemacetan, berbagai pihak bergerak cepat merumuskan solusi komprehensif. 

Pendekatan yang dihadirkan tidak hanya bersifat taktis di jalan raya melalui rekayasa lalu lintas, tetapi juga menyentuh akar persoalan melalui inovasi digitalisasi energi di tingkat hilir SPBU. 

Sinergi antara Pemerintah Kota Bandar Lampung dan PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel membuktikan bahwa penataan transportasi dan pengamanan distribusi solar subsidi dapat berjalan seirama demi mewujudkan keadilan energi bagi masyarakat luas.

Kawasan sekitar Mall Boemi Kedaton (MBK) dan Jalan Teuku Umar selama ini dikenal sebagai salah satu titik nadi perekonomian sekaligus simpul kepadatan lalu lintas paling dinamis di Bandar Lampung. 

Peningkatan volume kendaraan pribadi maupun niaga yang melintas dari arah Tanjung Karang menuju Way Halim, atau sebaliknya menuju Rajabasa, kerap menciptakan penumpukan arus, terutama menjelang akhir pekan.

Kehadiran infrastruktur fisik seperti flyover terbukti telah membantu memecah konsentrasi kendaraan, namun pertumbuhan volume mobilitas harian menuntut adanya manajemen lalu lintas yang lebih adaptif dan berkelanjutan.

Menyikapi hal tersebut, jajaran Pemerintah Kota Bandar Lampung langsung mengambil langkah taktis di lapangan secara terbuka. Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana secara terbuka menyatakan bahwa penataan kawasan padat lalu lintas, khususnya menjelang malam akhir pekan, menjadi prioritas utama pemerintah daerah.

Koordinasi intensif segera dibangun bersama jajaran Polresta Bandar Lampung serta pihak manajemen pusat perbelanjaan guna merumuskan skema pengaturan arus yang lebih ramah pengguna jalan. 

Pendekatan persuasif dan kolaboratif ini mengedepankan kenyamanan bersama tanpa harus mematikan denyut nadi aktivitas komersial di kawasan tersebut.

​"Memang salah satu kendala kita. Bunda mau koordinasi sama Polresta yang baru, harapan kita ada solusi," ujar Eva Dwiana saat memberikan keterangan terkait upaya penataan arus lalu lintas di kawasan perkotaan. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait