BGN Bidik 5.000 Dapur MBG Prasmanan, Lampung Belum Mulai Lagi
Ketua Satgas MBG Lampung Saipul.---Foto: Prima Imansyah Permana/ Radarlampung.co.id.---
RADARLAMPUNG.CO.ID – Rencana Badan Gizi Nasional (BGN) memperluas penerapan metode prasmanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga 5.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sampai akhir 2026 belum diikuti langkah serupa di Lampung.
Metode yang dinilai dapat meningkatkan konsumsi makanan oleh penerima manfaat itu masih terkendala pola distribusi dapur MBG yang melayani sejumlah sekolah sekaligus.
Ketua Satgas MBG Lampung Saipul mengatakan, hingga saat ini belum ada pengelola SPPG di Lampung yang kembali menjalankan metode prasmanan setelah uji coba saat peluncuran program di sejumlah sekolah.
“Dulu, kalau tidak salah ingat, konsep prasmanan ini memang pernah ada dan diuji coba di Lampung. Namun, itu hanya dilakukan saat launching dan diresmikan di sekolah. Setelah peluncuran tersebut, konsep prasmanan belum berlanjut lagi,” ujar Saipul.
BACA JUGA:F-SPTI Lampung Usul SIM Gratis dan BPJS Ojol Dibayar Aplikator
Menurut Saipul, salah satu tantangan penerapan metode prasmanan adalah pola distribusi makanan yang harus menjangkau beberapa sekolah dalam satu kali operasional.
Jika satu dapur hanya melayani satu sekolah, penerapan prasmanan relatif lebih mudah dilakukan. Sebaliknya, ketika satu SPPG harus mendistribusikan makanan ke tiga hingga empat sekolah sekaligus, sistem tersebut dinilai dapat menambah beban operasional dan mobilitas petugas.
“Sampai saat ini, belum ada laporan mengenai kesanggupan dari pihak pengelola atau pemilik dapur umum untuk kembali menerapkan sistem prasmanan,” katanya.
Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Lampung di tengah rencana BGN memperluas metode penyajian MBG yang memungkinkan peserta didik mengambil makanan secara langsung.
BACA JUGA:Merawat Kepercayaan, Merajut Masa Depan: 71 Tahun CIMB Niaga Melangkah Bersama Indonesia
Sebelumnya, BGN menargetkan 1.000 hingga 5.000 SPPG menerapkan metode prasmanan dalam pelaksanaan MBG sampai akhir 2026. Saat ini, baru 62 SPPG di sejumlah daerah yang menjalankan metode tersebut, mulai dari Merauke, Pulau Madura, Jawa, hingga Riau.
Kepala BGN Sudaryono menyampaikan, pihaknya merencanakan uji coba atau piloting MBG prasmanan selama dua minggu. Jika pelaksanaannya tidak menghadapi kendala signifikan, penerapan metode itu akan diperluas hingga 5.000 dapur MBG.
Metode prasmanan dinilai memiliki sejumlah keunggulan, salah satunya tingkat konsumsi makanan yang relatif tinggi. Dengan penyajian tersebut, makanan yang disediakan disebut cenderung habis dikonsumsi oleh peserta didik.
Namun, untuk merealisasikan penerapan metode tersebut di Lampung, diperlukan kesiapan pengelola SPPG, terutama dalam menyesuaikan pola pelayanan dan distribusi makanan kepada penerima manfaat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


