PTBA Gelar Susur Sungai, Angkut 1,56 Ton Sampah dari Sungai Enim
--
RADARLAMPUNG.CO.ID - Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia (HLHS) 2026, PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) menyelenggarakan kegiatan Susur Sungai dan Bersih Sampah di kawasan Sungai Enim, Tanjung Enim, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.
Corporate Secretary Division Head PTBA Eko Prayitno mengungkapkan, kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berpartisipasi aktif dalam aksi pelestarian alam.
Kegiatan diawali dengan susur Sungai Enim dari titik belakang eks Rumah Makan Kartika hingga Jembatan Kuning Klawas.
Selanjutnya, para peserta melaksanakan aksi bersih sampah di sepanjang bantaran Sungai Enim, kawasan Taman Love Bukit Asam, hingga area Masjid Jami Bukit Asam.
BACA JUGA:Buka Isolasi Pendidikan 3T, PTBA Dorong Generasi Emas Pulau Tegal Lewat Beasiswa dan PLTS
Dari kegiatan tersebut berhasil dikumpulkan sebanyak 1,56 ton sampah yang berasal dari area pesisir sungai, permukaan Sungai Enim, kawasan Taman Love, dan berbagai fasilitas umum di sekitarnya.
Selain membersihkan lingkungan, PTBA juga melakukan pelepasan 300 ekor benih ikan gurame dan 1.000 ekor benih ikan patin ke Sungai Enim sebagai upaya mendukung kelestarian ekosistem perairan dan menjaga keseimbangan biodiversitas sungai.
Tanjung Enim Mining Site General Manager PTBA, Satria Wirawan, mengatakan bahwa menjaga kebersihan sungai merupakan langkah sederhana yang memberikan dampak besar bagi keberlanjutan lingkungan.
Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan harus diwujudkan melalui aksi nyata.
BACA JUGA:Pemkot Siapkan Festival Kendaraan Hias Meriahkan Rangkaian HUT ke-344 Bandar Lampung
"Sungai yang bersih akan menjaga kualitas lingkungan, mengurangi pencemaran, melindungi ekosistem, sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat," tutur Satria.
Dirinya berharap semangat menjaga lingkungan tidak berhenti pada peringatan HLHS, tetapi menjadi budaya yang terus dilakukan bersama melalui kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, komunitas, dan masyarakat.
Aksi kolaboratif ini melibatkan berbagai pihak, di antaranya Basarnas Sumatera Selatan, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Muara Enim, Forkopimcam Lawang Kidul, BPBD Kabupaten Muara Enim.
Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Muara Enim, pemerintah desa, mitra kerja PTBA, komunitas pecinta alam dan lingkungan, serta masyarakat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


