RADARLAMPUNG.CO.ID-Mahasiswa kembali mendatangi Kantor Gubernur Lampung Jumat (9/10) sore. Rombongan massa yang berasal dari gabungan mahasiswa ini menuntut Pembatalan Undang-undang Cipta Kerja yang telah disahkan. Dengan mobil komando, berbagai seruan aksi damai ini terus di gelorakan massa. Mereka meminta Ketua DPRD Provinsi Lampung Mingrum Gumay untuk keluar menemui mereka. Hingga pukul 16.18 WIB, massa masih menunggu Ketua DPRD Provinsi Lampung untuk keluar bertemu dengan mereka dan bersama menolak Undang-undang Ciptaker tersebut. Sayangnya, tak nampak kehadiran Mingrum di kantornya. Berbagai seruan terus digelorakan dari kendaraan komando yang mereka bawa. Salah satunya dari seorang wanita perwakilan dari Universitas Muhammadiyah Metro. \"Bapak dewan yang terhormat saya ataspermuan Indonesia, buruh Indonesia, turun bapak, bapak DPRD bapak ketua DPRD kami mau bapak turun dengarkan kami. Sudah sedekat ini suara kami tidak didengar apalagi buruh-buruh diluar sana. Sekali lagi ketua DPRD datang turun dengarkan kami perempuan-perempuan disana menjadi buruh dan tulang punggung keluarga tapi hak-haknya!- di rampas.. tidak ada kata lain selain turun dan xengarkan aspirasi masyarakat,\" ujarnya. Sementara aksi mereka masih terhadang pintu masuk kantor gubernur yang telah dijaga Polisi Pamong Praja. Antisipasi kerusuhan pun disiapkan Polda Lampung, mulai petugas Sat Shabara, Brimob hingga anggota TNI hadir di halaman Kantor DPRD Provinsi Lampung. Ketua Komisi I DPRD Provinsi Lampung Yozi Rizal sempat menemui massa. Yozi mengatakan DPRD Provinsi Lampung siap menerima aspirasi mahasiswa. \"Jadi kalau kami sudah siap menerima. Saya dan mas Prapto (Suprapto) siap menampung aspirasi yang akan mereka sampaikan. Karena secara prinsip, kami juga berpendapat sama dengan teman-teman mahasiswa, yaitu undang-undang ini (Ciptaker) tidak layak diberlakukan,\" beber Yozi. Sayangnya Yozi menyebut Mingrum sedang tidak ada ditempat. Sehingga pihaknya tidak mampu menghadirkan Mingrum saat ini. \"Karena ketua tidak ada jadi kami tidak mampu menghadirkan. Tapi kalau mereka memaksa ya mau gimana,\" tambahnya. Yosi menyebut mahasiswa yang hadir disini tidak akan berbuat kericuhan. \"Jadi kalau kenari itu, kan soal situasi aja. Kan kani juga tidak mampu menghadirkan yang diminta mereka. Makanya terjadi hal yang kurang mengenakan. Tapi saya yakin kalau keinginan mereka (buruh) terpenuhi maka mereka tidak akan melakukan kerusuhan,\" tandasnya. (rma/wdi)
Aksi Damai Tolak UU Ciptaker Berlanjut, Massa Minta Ketemu Ketua DPRD Lampung
Jumat 09-10-2020,17:32 WIB
Editor : Widisandika
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 16-03-2026,18:37 WIB
Puasa Sambil Bepergian, Ini Doa Safar yang Sebaiknya Dibaca agar Hati Lebih Tenang
Selasa 17-03-2026,13:31 WIB
Prediksi Skor Man City vs Real Madrid: Misi Sulit Guardiola, Los Blancos di Ambang Perempat Final Liga Champio
Selasa 17-03-2026,12:20 WIB
Link Live Streaming Chelsea F.C. vs Paris Saint-Germain F.C.: Duel Panas Liga Champions di Stamford Bridge
Selasa 17-03-2026,13:20 WIB
Prediksi Skor Barcelona vs Newcastle: Ketangguhan Blaugrana Diuji The Magpies dalam Laga Penentuan
Selasa 17-03-2026,09:30 WIB
Beasiswa Talenta Indonesia 2026 Dibuka Pelajar Berprestasi Bisa Kuliah Gratis, Begini Alur Seleksinya!
Terkini
Selasa 17-03-2026,15:49 WIB
Operasi Ketupat Krakatau 2026, Sidokkes Polres Way Kanan Siapkan Pelayanan Kesehatan Gratis
Selasa 17-03-2026,15:37 WIB
Lebaran Makin Dekat! Polresta Bandar Lampung Perketat Penjagaan di Pusat Perbelanjaan
Selasa 17-03-2026,15:33 WIB
Honda Revo X 2026 Makin Sporty dan Irit, Motor Bebek Rp16 Jutaan Siap Jadi Andalan Mudik
Selasa 17-03-2026,15:32 WIB
Jelang Lebaran Cek Harga Emas Antam Terbaru 17 Maret 2026 di Pegadaian, Buyback Ikut Turun!
Selasa 17-03-2026,15:31 WIB