RADARLAMPUNG.CO.ID – Kejaksaan Agung (Kejagung) tengah menjadi sorotan publik dalam pengambilan kebijakan Mutasi, Rotasi, dan promosi jabatan. Ini bermula saaat nama Bayu Adhinugroho Arianto yang merupakan anak dari Jaksa Agung HM Prasetyo dipromosi menjadi Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Barat (Kajari Jakbar). Promosi jabatan Bayu yang saat ini merupakan Asisten Intelijen Kejati Bali mendapat pandangan miring dari beberapa pihak. Namun hal tersebut langsung ditepis oleh Kejaksaan Agung melalui Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapus Penkum), Mukri. Dia menjelaskan mekanisme dan sistem mutasi maupun promosi bagi para Jaksa dilingkungan Kejaksaan RI selalu diputuskan dalam Rapat Pimpinan secara kolektif, kolegial dan terbuka. “Yang sedang dipertimbangkan untuk dirotasi mendapat mutasi maupun promosi oleh Jaksa Agung RI, Wakil Jaksa Agung, Para Jaksa Agung Muda dan Kepala Badan Diklat Kejaksaan RI sangat bertanggung jawab untuk membangun, merawat dan menjaganya,” katanya di Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (14/3). Dan tidaklah benar, kata Mukri, kalau dikatakan hanya di era sekarang, tetapi sejak sepanjang sejarah Kejaksaan memang tidak ada ketentuan dan keharusan untuk melibatkan atau mengikut sertakan pihak lain diluar struktur dalam urusan mutasi ataupun promosi dimaksud. Bagi Mukri, karir Bayu Adhinugroho Arianto tidak boleh terhambat karirnya hanya karena yang bersangkutan anak Jaksa Agung. Mekanisme dan sistem mutasi maupun promosi secara objektif tetap berlaku sama. “Bayu Adhinugroho Arianto punya kinerja yang hebat dan membanggakan, sewaktu Kajari Gianyar yang bersangkutan berhasil memenangkan gugatan perdata atas kekayaan negara dan mengembalikan lahan dan istana negara sebagaimana mestinya yang sekian lama tidak terselesaikan,” terangnya. “Dimasa jabatannya selaku Asintel Bali, yang bersangkutan berhasil pimpin penangkapan koruptor terbesar yang sekian tahun tak pernah bisa ditangkap. Dan tidak hanya Asintel Kejati Bali saja yang mendapat promosi, Aspidsus Kejati Bali, Anton Delianto dipromosikan menjadi Kajari Surabaya, Jadi Nepotismenya dimana?” tanya Mukri. Dari kinerja mereka, sambung Mukri, Kejati Bali memperoleh penghargaan sebagai salah satu satuan kerja berpredikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) dari Kementerian PANRB pada tanggal 10 Desember 2018 lalu. (fin/kyd)
Kejagung Tepis Isu Nepotisme
Jumat 15-03-2019,09:14 WIB
Editor : Kesumayuda
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 29-06-2026,10:40 WIB
Pensiunan AKBP Disebut Ikut Diamankan Polda Lampung Bersama Delapan Debt Collector
Senin 29-06-2026,06:55 WIB
Harga Honda Vario EVO 160 Terbaru, Ini Spesifikasi dan Fitur Lengkapnya
Senin 29-06-2026,07:01 WIB
Huawei MatePad Mini Segera Masuk Indonesia, Tablet Tipis 5,2 Mm untuk Kerja dan Hiburan
Senin 29-06-2026,15:34 WIB
Penjualan Kendaraan Baru Melonjak, Jadi Sinyal Ekonomi Lampung Kian Bergairah
Senin 29-06-2026,13:46 WIB
PMII Lampung Bawa Tujuh Tuntutan, Soroti Ekonomi hingga Dugaan Mafia Proyek
Terkini
Senin 29-06-2026,18:54 WIB
Resmikan NUSA di Pasir Sakti, PTBA Perkuat Rehabilitasi Mangrove Berbasis Masyarakat
Senin 29-06-2026,18:27 WIB
Bupati Pesawaran Nanda Indira Absen di Sidang Korupsi SPAM, Kuasa Hukum Dendi Ramadhona Minta Hadir via Zoom
Senin 29-06-2026,18:07 WIB
Jadi Kurir Ganja Lintas Provinsi, Pria Asal Pringsewu Diamankan Polisi, Ini Upah yang Dijanjikan
Senin 29-06-2026,17:59 WIB
Dukung Swasembada Jagung dan Kendalikan Inflasi, Kelompok Tani di Gadingrejo Terima Bantuan Alsintan
Senin 29-06-2026,17:53 WIB