Radarlampung.co.id - Informasi Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung, ada 20 orang yang reaktif berdasarkan uji rapid test yang dilakukan kepada seluruh Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan Pengawas TPS per 4 ribu orang di hari pertama. Diketahui yang melaksanakan rapid tes untuk KPPS berjimlah 15.300 orang dan dan 2.069 Pengawas TPS dimulai kamis (26/11). Kendati demikian, KPU Kota Bandarlampung belum bisa mengambil sikap lantaran belum ada data valid yang diberikan Dinas Kesehatan setempat kepada KPU. \"Kami belum menerima data valid dari Dinas Kesehatan,\" ucap Komisioner KPu Kota Bandarlampung, Divisi SDM Hamami, Jumat (27/11). Kemungkinan, data diberikan menunggu keseluruhan rapid tes rampung dilakukan. Di mana, jadwal rapid tes kepada KPPS dan PTPS dilakukan hingga Jumat, 4 Desember 2020. \"Kemungkinan menunggu diselesaikan secara keseluruhan laporannya untuk kemudian ditindaklanjuti oleh PPS,\" kata dia. Dia berharap, jikapun ada yang reaktif, jumlahnya tidak banyak. Sebab, jika banyak, ada beberapa hal yang harus juga diulang. Misalnya pembekalan-pembekalan meskipun itu dilakukan secara tidak resmi. \"Ya kita sih berharap tidak ada yang reaktif. Kalau ada ya aturannya diganti, di PAW,\" kata dia. Sebelumnya, KPU Kota Bandarlampung bakal memastikan kesiapan pelaksanaan pemungutan suara dengan tidak menjadi klaster pilkada. Upaya tersebut, dilakukan dengan melakukan rapid test kepada 17.369 petugas di lapangan. Komisooner KPU Kota Bandarlampung Divisi Sumber Daya Manusia (SDM), Hamami menjelaskan, dari total tersebut rinciannya sebanyak 15300 orang KPPS, dan 2069 PTPS. \"Rapid mulai dilaksanakan besok dilaksanakan bertahap, hingga 4 Desember 2020 dilakukan di 31 Puskesmas di Bandarlampung,\" ucapnya, Rabu (25/11). Dia berharap hasil rapid test menunjukan hasil yang non reaktif. Di mana, hal itu dimaksudkan untuk kelancaran tahapan yang akan dilakukan. Namun, jika memang ada yang reaktif, maka pihaknya akan bersikap memberhentikan dengan menggantikan dengan yang baru. \"Nanti kalau ada yang reaktif langsung diganti melalui Penyelenggara Pemungutan Suara (PPS),\" katanya. Karena kan waktunya hanya tinggal dua pekan saja. Makanya diganti,\" kata dia. Hamami bilang, tidak ada perekrutan baru. Di mana, KPPS yang kedapatan reaktif tersebut, digantikan oleh calon KPPS yang berada di nomor urut kedua setelah yang lolos. Jadi, ada pwrgantian antar waktu. \"Ya yang mengisi, nomor dua dibawah yang reaktif,\" jelasnya. (abd/wdi)
Soal Rapid Tes KPPS, KPU Bandarlampung Tunggu Data Diskes
Jumat 27-11-2020,16:14 WIB
Editor : Widisandika
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 10-09-2026,10:15 WIB
Harga Emas Antam 10 September 2026 Alami Pergerakan, Cek Rincian Perbandingan Hari Ini
Kamis 10-09-2026,09:26 WIB
BMKG Deteksi 126 Titik Panas di Lampung, Way Kanan Mendominasi
Kamis 10-09-2026,11:06 WIB
Hasil Pembagian Grup FIFA ASEAN Cup 2026, Cek Rincian Lengkapnya
Kamis 10-09-2026,13:49 WIB
Momen Rektor Teknokrat Ikut Shalat Istisqa, Doakan Hujan untuk Lampung
Kamis 10-09-2026,18:07 WIB
Komisi III DPRD Bandar Lampung Temukan Besi Tidak Sesuai Dalam Proyek Trotoar Jalan Sultan Agung
Terkini
Kamis 10-09-2026,21:39 WIB
Rumah BUMN Bukit Asam Ajak Masyarakat Sulap Lilin Aromatik Jadi Kreasi Bernilai Tambah
Kamis 10-09-2026,19:12 WIB
Debu PT Semen Baturaja Berulang, Praktisi Hukum Dorong Penegakan Hukum Lebih Tegas hingga Jalur Pidana
Kamis 10-09-2026,18:19 WIB
Enam Bakal Calon Rektor Unila 2027-2031 Tuntas Uji Kesehatan Jiwa
Kamis 10-09-2026,18:07 WIB
Komisi III DPRD Bandar Lampung Temukan Besi Tidak Sesuai Dalam Proyek Trotoar Jalan Sultan Agung
Kamis 10-09-2026,17:57 WIB