RADARLAMPUNG.CO.ID - Sebanyak 7 pegawai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bandarlampung harus gigit jari kala tiba di Bandara Raden Intan II, Minggu (25/8). Mereka gagal naik pesawat Sriwijaya Air keberangakatan 11:35-12:25, tujuan Lampung-Jakarta, Minggu (25/8). Kepala Seksi Pendidikan Masyarakat dan Kelembagaan Disdikbud Bandarlampung Baqat Nasir yang menjadi koordinator rombongan mengaku, dirinya bersama rekannya tiba di konter check in maskapai pukul 11.05 WIB. \"Kami sampai di meja check in itu pukul 11.05 WIB, tapi kami dibilang terlambat, katanya seharusnya 45 menit sebelum keberangkatan sudah check in,\" kata Baqat kepada Radar Lampung melalui sambungan telepon, Minggu (25/8). Menurutnya, dirinya bukan kali ini naik pesawat. Dirinya menduga, Sriwijaya Air telah melakukan penjualan tiket yang telah mereka beli. \"Kadang-kadang 5 menit aja masih ditunggu. Jangan dia orang ini semua penumpang ditampung tidak mengukur kapasitas. Sehingga, akhirnya tiket kami dijual,\" duganya. Adapun ketujuh pegawai tersebut plus satu bayi. Meskipun bayi, pihaknya mengaku membeli tiket untuk sang bayi, jadi total yang gagal berangkat dalam romhongan sebanyak 8 orang, 3 laki-laki, 4 perempuan, dan 1 bayi. Atas keterlambatan tersebut, pihak maskapai hanya megembalikan uang sebesar 10 persen dari harga tiket. \"Tiket itu harganya Rp440 ribu, jadi karena cuma 10 persen, kami cuma dapat Rp44 ribu. Mereka hanya mau menang sendiri,\" ucapnya. Dirinya mengaku hanya bisa pasrah dan kecewa, kemudian memutuskan ke Jakarta melalui jalur darat untuk mengejar acara pembukaan Bimbingan Teknis yang diselenggarakan Kemendikbud RI, pukul 16.00 WIB sore ini. Di sisi lain, Primo Airport Service and Station Manager Sriwijaya Air membenarkan kejadian pembatalan tersebut, tetapi menurutnya dalam catatannya rombongan telah dinyatakan terlambat. \"Yang tadi kita terima laporan itu 11.20 WIB, mas. 11.20 ini mereka baru sampai airport, sedangkan penumpang kita sudah duduk manis dan sudah tarik tangga. Coba kalau tadi (terlambat, red) jam 11, masih kita bantu, mas,\" katanya. Menurutnya, dalam ketentuan yang mereka buat seharusnya penumpang melakukan check in setidaknya 1,5 jam sebelum jadwal keberangkatan. \"Itu sudah baku, semua airline begitu. Sedangakan, untuk 30 menit sebelum berangkat itu dia sudah boarding-nya,\" tandasnya. (apr/sur)
Ssttt, Dinilai Terlambat, 7 Pegawai Disdikbud Gagal Terbang untuk Hadiri Bimtek
Senin 26-08-2019,07:31 WIB
Editor : Ari Suryanto
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 16-03-2026,14:32 WIB
Dukung Program Hemat Energi, Pertamina Berangkatkan 5.000 Pemudik dengan 153 Bus ke 23 Kota
Senin 16-03-2026,16:41 WIB
Buka 24 Jam, Pemudik Bisa Istirahat Gratis dengan Fasilitas WiFi di Posko Mudik BPJN Lampung
Senin 16-03-2026,13:31 WIB
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Levante: Misi Menjauh dari Zona Merah Bertemu Harapan Bertahan
Senin 16-03-2026,08:59 WIB
Belanja Banyak Lebih Hemat! Promo Member Indomaret 5–18 Maret 2026, Aqua hingga Teh Sosro Beri Harga Hemat
Terkini
Senin 16-03-2026,18:37 WIB
Puasa Sambil Bepergian, Ini Doa Safar yang Sebaiknya Dibaca agar Hati Lebih Tenang
Senin 16-03-2026,17:43 WIB
Jelang Arus Mudik Lebaran 2026, Kapolres Metro Cek Langsung 4 Titik Pos Operasi Ketupat Krakatau
Senin 16-03-2026,17:06 WIB
Alami Kendala di Jalinbar Pringsewu? Jangan Panik, Segera Hubungi Call Center 110
Senin 16-03-2026,16:41 WIB
Buka 24 Jam, Pemudik Bisa Istirahat Gratis dengan Fasilitas WiFi di Posko Mudik BPJN Lampung
Senin 16-03-2026,15:58 WIB