RADARLAMPUNG.CO.ID - Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2020 Pemprov Lampung diakui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Lampung telah selesai dibahas satker tersebut sebagai perencanaan. Kini, menunggu pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) bersama DPRD Provinsi Lampung. Kepala Bappeda Lampung Herlina Warganegara mengatakan, pada 15 Juni pihaknya telah menyampaikan ke DPRD Provinsi Lampung. Namun kesepakatan dengan DPRD sebelumnya pembahasan dilakukan nantinya dengan anggota DPRD Provinsi Lampung yang baru dilantik 2 September lalu. ”Nantinya akan dibahas diperuntukan untuk dewan yang baru tapi menunggu mereka melengkapi AKD (alat kelengkapan dewan). Meskipun ketua, wakil sudah, tapi Banmus (Badan Musyawarah), Banggar (Badan Anggaran) itu yang dibutuhkan untuk membahas termasuk TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah),” sebut Herlina Minggu (22/9). Ditambahkan Sekretaris Bappeda Lampung Elvira Umihanni, Bappeda telah menyelesaikan aspek perencanaan dengan membuat Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) untuk selanjutnya penganggaran dengan KUA PPAS baru nantinya dibahas bersama DPRD. ”Nantinya juga DPRD akan ada MoU dengan Gubernur Lampung baru KUA PPAS baru jadi RAPBD. Ini memang belum dimulai karena DPRD belum menyelesaikan AKD,” tambahnya. Kemudian, RKPD yang sudah rencananya akan direvisi karena ada beberapa perubahan kelembagaan yang dilakukan Pemprov Lampung saat ini. Mulai pemisahan Dinas Perkebunan dengan Dinas Peternakan; penggabungan Dinas Ketahanan Pangan dengan Dinas Pertanian; penggabungan Dinas Perindustrian dengan Dinas Perdagangan; penggabungan Biro Aset dengan Badan Keuangan Daerah; Unit Layanan Pengadaan Barang dan Jasa menjadi setingkat biro; serta penetapan UPTD dan cabang dinas. ”Dalam waktu dekat tergantung waktunya pak gub ada paparan kepala OPD baikk gub wagub sekda dan TAPD. Untuk fokusnya APBD 2020 sudah mengacu pada visi misinya Pak Gub dan Bu Wagub yang di dalamnya memuat 33 janji kerja yang fokusnya disitu. Kalau pak Arinal lebih banyak kepertanian misalnya kartu petani Berjaya, salah satu fokus penganggarannya juga di APBD 2020. Jadi petaninya multi sektor, untuk petani pada umumnya melalui Dinas Pertanian. Untuk nelayan melalui Dinas Kelautan Perikanan, untuk petani kopi dan hasil perkembunan nanti ke dinas Perkebunan. Jadi mengikuti masing-masing sesuai dinasnya terkait untuk penganggarannya,” tandasnya. (rma/sur)
APBD 2020 Tunggu Pembahasan di Dewan
Senin 23-09-2019,06:25 WIB
Editor : Ari Suryanto
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 26-08-2026,11:01 WIB
Novel After the Broery Song Resmi Meluncur, Angkat Kisah Cinta, Luka, dan Rahasia Kelam
Rabu 26-08-2026,14:50 WIB
Water Bombing Hari Kedua di TNWK, Satu Titik Asap Jadi Sasaran Pemadaman
Rabu 26-08-2026,20:52 WIB
Lolos ke Kontes Kapal Indonesia 2026, Tim Teknokrat Siapkan Kapal Pintar Berbasis IoT
Rabu 26-08-2026,14:01 WIB
BPBD Bandar Lampung Distribusikan 345 Ribu Liter Air Bersih, Warga Waspadai Karhutla
Rabu 26-08-2026,13:48 WIB
Kanwil Kemenkum Lampung dan Pemda Matangkan Draf PKS, Dorong Pembentukan Sentra Kekayaan IntelektuaI
Terkini
Kamis 27-08-2026,09:09 WIB
Tegaskan Transformasi Keselamatan, PTBA Borong Empat Penghargaan ISEA 2026
Kamis 27-08-2026,07:34 WIB
Daftar Smartphone Tahan Air Terbaik 2026: Dari Kelas Entry Level Hingga Flagship Siap Hujan dan Kecemplung
Kamis 27-08-2026,07:12 WIB
BMKG Lampung Deteksi 155 Titik Panas Tersebar di 10 Kabupaten, Tulang Bawang Terbanyak
Kamis 27-08-2026,07:03 WIB
Payday Sale Almaz Fried Chicken, Solusi Makan Enak dan Hemat di Akhir Bulan
Kamis 27-08-2026,06:18 WIB