RADARLAMPUNG.CO.ID - Suhu udara di Lampung dalam dua pekan terakhir terus naik, dari 29 derajat celcius menjadi 33 derajat celcius. Pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Lampung pun mulai ambil ancang-ancang antisipasi, yakni mengingatkan masyarakat lebih berhati-hati terhadap penyakit yang akan ditimbulkan. \"Kenaikan suhu udara bisa menimbulkan berbagai ancaman penyakit, di antaranya diare, campak, dehidrasi, typus, karena suhu normal untuk manusia itu 25 derajat celcius. Jadi kalau sampai kurang atau lebih berarti daya tahan tubuhnya harus menyesuaikan diri terhadap suhu tersebut agar tidak terkena penyakit itu,\" kata Kepala Dinas kesehatan Provinsi Lampung Reihana melalui Kabid Promkes Dinkes Lampung Asih Hendrastuti, Jumat (9/8). Menurutnya, sesuai perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Lampung, suhu di musim kemarau yang menginjak 33 derajat celcius tersebut akan berpotensi menimbulkan banyaknya angin dan debu yang tertiup. \"Kondisi ini yang membuat bakteri, virus dan banyak beterbangan, sehingga penyebarannya bisa menyebabkan diare, flu, batuk, campak dan lainya itu tinggi, dan campak ini sekarang sedang tinggi karena melihat dengan diagnosa yang ada kemudian mudah menyebar,\" jelasnya. Untuk itu Asih mengimbau agar masyarakat melakukan gerakan hidup sehat. Jangan lupa mencuci tangan dengan air mengalir. Kemudian, kata dia, kekeringan ini menyulitkan akses air bersih hingga bisa menimbulka penyakit lainya, bagi yang ke luar rumah, disarankan memakai masker atau penutup mulut, yang tujuannya untuk menghindari terhirupnya bakteri serta virus yang beterbangan bersama debu di jalanan. \"Perbanyak minum air putih hangat, makan buah segar karena nutrisi itu banyaknya di buah untuk menyegarkan perut dan membersihkan tubuh. Cari makanan higienis, kurangi jajan yang terpapar udara makanan dan minuman yang dijual terbuka karena kebersihannya belum terjamin, kami juga dari kota kemudian sampai desa melakukan sosialisasi gerakan hidup sehat melalui bidan kepada masyarakat pedesaan,\" terangnya. Terakhir Asih juga menyebutkan, meski tidak ada kaitan dengan kekeringan perkembang biakan virus rabies akan cukup pesat pada musim kemarau ini. \"Untuk informasi penyakit hewan tersangka rabies sedang meningkat saat ini, tapi meski begitu sejak tiga tahun terakhir di Lampung ini tidak ada,\" tandasnya. (mel/sur)
Suhu Udara Capai 33 Derajat Celcius, Diskes Lampung Beri Pesan Ini
Sabtu 10-08-2019,01:49 WIB
Editor : Ari Suryanto
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 29-07-2026,19:37 WIB
5 HP Gaming Rp2 Jutaan Terbaik Juli 2026, Spek Gahar dengan Layar 120Hz dan Baterai Jumbo
Rabu 29-07-2026,17:41 WIB
Pasar Logam Mulia Kompak Melemah, Harga Emas dan Perak Antam Hari Ini Anjlok
Rabu 29-07-2026,20:26 WIB
Jalan Panjang Joko, Pejuang Hemodialisa Tak Cemas Biaya Karena JKN
Rabu 29-07-2026,17:31 WIB
Promo Produk Baru Super Indo 23–29 Juli 2026: Diskon Kopi Drip Hingga Matcha Bubuk Premium
Rabu 29-07-2026,18:36 WIB
Perkuat Eksistensi Akademik, Senat UIN Raden Intan Lampung Beri Sinyal Hijau 3 Prodi Baru
Terkini
Kamis 30-07-2026,15:56 WIB
Vonis Hukuman 3 Terdakwa PT LEB Makin Diperberat, Heri Wardoyo Dinaikan Jadi 6 Tahun Penjara
Kamis 30-07-2026,15:40 WIB
Tak Lagi Andalkan Pekerja Informal, Lampung Genjot Migran Vokasi ke Pasar Kerja Jerman
Kamis 30-07-2026,15:29 WIB
Tekan Angka Malnutrisi Anak, JAPFA for Kids Kembali Jangkau Lampung
Kamis 30-07-2026,10:50 WIB
Janji Politik Pemerintahan Prabowo Mulai Terwujud, Trubus Rahardiansyah: Implementasi Perlu Diperkuat
Kamis 30-07-2026,08:22 WIB