radarlampung.co.id – Majelis hakim Pengadilan Negeri Sukadana tidak memberi ampun kepada terdakwa kasus penyalahgunaan narkoba. Satu lagi terdakwa yang divonis hukuman mati. Ini diputuskan majelis hakim yang diketuai Achmad Irfir untuk terdakwa Rahmatullah alias Akok (41), warga Tangerang, Banten. Dalam sidang Kamis (5/9), hakim menyatakan Rahmatullah terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 114 ayat 2 UU Nomor 35/2009 tentang Narkotika. ”Terbukti bersalah dan meyakinkan melanggar pasal 114 ayat 2 UU Nomor 35/2009 tentang Narkotika,” kata hakim. Pertimbangan yang memberatkan, perbuatan pembawa 60 kilogram sabu itu bertentangan dengan program pemerintah dalam pemberantasan narkoba. Selain itu, perbuatan terdakwa juga meresahkan masyarakat. Sementara tidak ada hal yang meringankan. Terhadap putusan tersebut, terdakwa menyatakan pikir-pikir. Sementara jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejari Lamtim M. Habi Hendarso menyatakan menerima putusan tersebut. Kasus kepemilikan 60 kilogram sabu itu tersebut berawal dari upaya seseorang tidak dikenal yang berniat membeli speedboad milik nelayan Desa Purwosari, Kecamatan Pasirsakti Lampung Timur, Minggu (30/12/2018) silam. Orang tak dikenal tersebut, menawar speedboad dengan harga Rp50 juta. Namun, pemilik speedboad menawar dengan harga Rp70 juta. Karena harga tidak cocok, akhirnya orang itu bermaksud menyewa dengan tujuan Jakarta. Tarifnya Rp3 juta. Setelah harga disepakati, orang itu menitipkan barang di dalam karung yang akan dibawa ke Jakarta. Lantaran curiga,pemilik speedboat melapor ke Polsek Pasirsakti. Setelah diperiksa petugas, ternyata di dalam karung tersebut terdapat 60 plastik ukuran satu kilogram berisi kristal putih diduga sabu-sabu. Rahmatullah ditangkap saat berada di Serang, Banten. Sebelumnya, majelis hakim yang dipimpin Achmad Irfir menjatuhkan hukuman mati kepada M. Daud (41), warga Lampesah, Aceh Timur, Nangroe Aceh Darussalam. Ia menjadi pesakitan dalam kasus kepemilikan 31,620 kilogram sabu. Sementara rekannya, Haryanto (40) warga Palembang Sumatera Selatan divonis seumur hidup dan Yanto Jumadi (26), juga warga Palembang dihukum 15 tahun penjara. Vonis tersebut dibacakan dalam sidang terpisah, Rabu (21/8). (wid/ais)
Tak Ada yang Meringankan, Pembawa 60 Kg Sabu Divonis Mati!
Kamis 05-09-2019,15:25 WIB
Editor : Alam Islam
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 17-07-2026,12:28 WIB
Jadwal Lengkap Final Piala Dunia 2026, Argentina Siap Bertemu Spanyol, Cek Jam Siaran Langsung
Jumat 17-07-2026,08:22 WIB
Jangan Sampai Terlewat, Promo 4 Hari Indomaret 16–19 Juli 2026: Ada Harga Spesial Minyak Goreng Sunco
Kamis 16-07-2026,18:55 WIB
Rekonstruksi Penusukan di Gudang Biliar Pringsewu Peragakan 22 Adegan, Ungkap Kronologi Kejadian
Jumat 17-07-2026,12:51 WIB
Nobar Final Piala Dunia 2026 Makin Seru Makan Cemilan, Cek Promo Indomaret Spesial Hemat Sampai 30 Persen
Jumat 17-07-2026,15:25 WIB
Wapres Tinjau Tol Palembang–Jambi, Konektivitas Lampung ke Sumatra Makin Diperkuat
Terkini
Jumat 17-07-2026,18:24 WIB
Mitsubishi New Xforce Hadir sebagai Elevated Urban SUV Berteknologi Hybrid Generasi Terbaru
Jumat 17-07-2026,18:09 WIB
Belum Ada Pemenang Tender RSUDAM, BPBJ: Proses Masih Tahap Pembuktian Kualifikasi
Jumat 17-07-2026,17:50 WIB
Pemprov Lampung Siap Dukung Target Prabowo Produksi Bioetanol dari Singkong
Jumat 17-07-2026,17:31 WIB
Ekspansi di Pringsewu, Bengkel Sumber Rejeki Hadirkan Castrol Auto Service Pertama di Sumatera
Jumat 17-07-2026,16:51 WIB