RADARLAMPUNG.CO.ID-Kondisi atap salah satu satu Ruang Kelas Belajar (RKB) SMP 19 Pesawaran yang rapuh, ambruk akibat cuaca ekstrem, Sabtu (22/1) sekitar jam 18:00 wib. Untungnya, pada saat kejadian ambruknya atap tersebut, tidak disaat jam belajar mengajar. \"Satu ruang kelas ambruk karena memang sudah lapuk dan ditambah hujan kemarin,\"ungkap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pesawaran, Anca Martha Utama N, usai meninjau kondisi RKB yang ambruk, Minggu (23/1). Dikatakan, RKB tersebut memang selama ini sudah tidak digunakan untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) karena kondisi atap sudah miring. Namun akibat ambruknya RKB tersebut, mengakibatkan 3 ruang kelas lainnya turut rusak. \"Karenakan satu rangkaian, jadi meskipun ambruk satu, tapi berpengaruh ke tiga ruangan lainnya. Karena atapnya genteng, ditambah kayu sudah lapuk sehingga membuat atapnya ambruk,\" ucapnya. Diakui mantan Kepala Dinas Pertanian Pesawaran ini, pihaknya akan segera merenovasi 4 ruang kelas belajar di SMPN 19 Pesawaran tersebut. Atas peristiwa tersebut, siswa siswi yang belajar di 3 RKB akhirnya dipindahkan sementara ke ruangan lainnya. \"Pada prinsipnya segera kita akan bereskan (Perbaikan,red) pada tahun ini. Karena sifatnya urgent,\"ujarnya Untuk itu dirinya menginstruksikan seluruh kepala sekolah yang ada di Kabupaten Pesawaran untuk melakukan langkah antisipasi dengan melakukan pengecekan rutin bangunan sekolah. \"Yang paling mengetahui kondisi sekolah, ya pihak sekolah itu sendiri sehingga, untuk mengantisipasi musim penghujan maka harus selalu waspada. Terlebih jika menggelar kegiatan belajar harus dipastikan menggunakan ruang kelas yang layak,\"paparnya. Sementara, Kepala SMPN 19 Pesawaran, Uniroh Utami menambahkan, bangunan tersebut memang sudah lama tidak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. \"Sudah lama tidak dipakai bangunan itu, dan kami pihak sekolah mengapresiasi perhatian dari pemerintah daerah, desa dan Camat Gedongtataan yang telah memberikan perhatian atas rusaknya bangunan sekolah kami,\"tandasnya. Diketahui, pasca runtuhnya bangunan, masyarakat desa setempat bersama sejumlah aparat desa dan Camat langsung meninjau dan bergotong royong. Kepala Desa Sukadadi, Rudi Maryanto mengatakan warga sekitar sekolah bergerak cepat untuk melakukan gotong royong bersama aparat keamanan dan pihak Kecamatan Gedongtataan. \"Dengan adanya kejadian ini, kami bersama warga desa berinisiatif melakukan evakuasi bangunan roboh, karena memang anak anak sekolah di sini,\"singkatnya (ozi/wdi)
Atap Kelas SMPN 19 Pesawaran Ambruk, Ini Instruksi Kadisdikbud
Minggu 23-01-2022,19:23 WIB
Editor : Widisandika
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 30-03-2026,06:40 WIB
Harga Emas Antam 30 Maret 2026 Turun Drastis, Saatnya Beli atau Tunggu?
Senin 30-03-2026,08:51 WIB
Barcelona Siapkan Kontrak Baru untuk Robert Lewandowski, Gaji Dipangkas Tapi Ada Bonus Besar
Senin 30-03-2026,09:07 WIB
Asal Usul Furap Terungkap! Awalnya Cuma Candaan Tapi Kini Viral di Medsos
Senin 30-03-2026,09:16 WIB
Yamaha RX King Reborn 2026, Spesifikasi dan Kelebihan Motor Legendaris yang Kini Lebih Irit dan Modern
Senin 30-03-2026,16:48 WIB
Sidang Mafia Tanah Kemenag Lampung, Ahli Jelaskan Mekanisme dan Sengketa Sertifikat
Terkini
Senin 30-03-2026,17:37 WIB
Aksi Sigap Damkarmat Metro Selamatkan Jari Balita Dari Jerat Baut Baja
Senin 30-03-2026,17:35 WIB
Lantik dan Kukuhkan 27 Pejabat, Bupati Mesuji: Ingat, Kita Adalah Pelayan Masyarakat!
Senin 30-03-2026,16:52 WIB
DPRD Bandar Lampung Minta Solusi Pengamanan Perlintasan, Usai Aksi Blokir Rel di Garuntang
Senin 30-03-2026,16:48 WIB
Sidang Mafia Tanah Kemenag Lampung, Ahli Jelaskan Mekanisme dan Sengketa Sertifikat
Senin 30-03-2026,16:20 WIB