RADARLAMPUNG.CO.ID - Adanya keluhan dalam proses penyaluran dan penerimaan barang yang diterima KPM (Keluarga Penerima Manfaat), ditanggapi salah satu Suplier di Lampung Selatan (Lamsel). Direktur CV.Dwi Karya Makmur (DKM), Nahwan Taufik membenarkan barang yang diterima oleh KPM di Jatiagung dan Katibung merupakan barang miliknya. Menurutnya, CV.DKM menyalurkan BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) di Lamsel terdapat lima kecamatan yakni Kecamatan Jatiagung, Katibung, Tanjungbintang, Tanjungsari dan Waysulan. \"Lamsel ini banyak supliernya. Kalau saya cuma menaungi Lima Kecamatan saja. Sisanya saya belum tahu siapa,\" ungkap Nahwan, Kamis (22/10). Dari lima kecamatan itu, sambung Dia, ada sekitar 30 ribu KPM yang barangnya berasal dari CV.DKM. \"Di jatiagung sendiri ada sekitar 6.000 KPM. Empat kecamatan lagi saya lupa berapa jumlahnya. Tapi yang pasti, penyaluran barangnya kami tempatkan di e-waroeng. KPM mengambil barang-barang itu di e-waroeng,\" ucapnya. Nahwan menjelaskan, dalam proses penyaluran barang ke e-waroeng, dilakukan dalam jumlah banyak, sehingga tidak menutup kemungkinan ada beberapa barang yang mengalami kerusakan. \"Tapi nggak semua barang rusak. Paling hanya satu dua saja yang rusak. Itu pun langsung kami ganti. Setiap barang-barang yang mengalami kerusakan, kami langsung menggantinya hari itu juga. Paling lama satu hari kami menggantinya,\" ujarnya. Terkait lamanya waktu penyaluran, Nahwan tidak memungkiri hal tersebut. Sebab, kuota yang diterima oleh masing-masing KPM sebesar Rp200 ribu, tidak seluruhnya dikirimkan pada tanggal 5 awal bulan. \"Kan nggak semua KPM yang menerima Rp200 ribu itu tanggal 5. Ada KPM yang menerima tanggal 10. Bahkan, ada sebagian yang menerima tanggal 15. Makanya, kami menunggu orderan dari e-waroeng. Kalau e-waroeng order ke kami, kami langsung menyuplai barang-barang itu,\" ucapnya. Untuk ayam hidup, Nahwan mengaku hal tersebut dilakukan karena tidak semua KPM memiliki Alat Pendingin (Kulkas), sehingga jika dirinya memberikan ayam yang telah dipotong, ditakutkan mengalami bau yang tidak sedap. \"Makanya kami memberikan ayam hidup, bukan ayam yang sudah dipotong. Kalau ayam hidup kan, KPM bisa kapan saja memotong ayamnya, supaya mendapatkan kondisi ayam yang segar,\" pungkasnya. (yud)
KPM Mengeluh, Ini Kata Suplier BPNT di Lamsel
Kamis 22-10-2020,19:09 WIB
Editor : Yuda Pranata
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 17-08-2026,11:56 WIB
Seribuan Pekerja PT BSA Menganggur, Siap Gelar Aksi Tuntut Kepastian Hukum
Senin 17-08-2026,11:41 WIB
Mahasiswa Teknokrat Kibarkan Merah Putih, Rektor Tekankan Pentingnya Karakter dan Penguasaan AI
Senin 17-08-2026,11:36 WIB
Upacara HUT ke-81 RI, Mirza Serukan Lampung Berdaulat, Adil dan Makmur
Senin 17-08-2026,14:20 WIB
5.390 Napi di Lampung Dapat Remisi, 105 Orang Langsung Bebas
Senin 17-08-2026,19:21 WIB
Promo Tebus Murah Prima Mart 16–31 Agustus 2026: Belanja Rp65 Ribu, Fiesta Katsu Cuma Rp45 Ribu
Terkini
Selasa 18-08-2026,08:25 WIB
BMKG Deteksi 87 Titik Panas di Lampung, Kabupaten Ini Menyumbang Hotspot Terbanyak
Selasa 18-08-2026,08:05 WIB
Promo Susu dan Perlengkapan Balita di Indomaret Pekan Ini: Dancow hingga Frisian Flag Makin Hemat
Selasa 18-08-2026,07:23 WIB
BMKG Maritim Rilis Peringatan Dini Tinggi Gelombang di Perairan Lampung hingga 21 Agustus, Wilayah Ini Waspada
Selasa 18-08-2026,07:17 WIB
Spesial Kemerdekaan, Kuru Kuru Lampung Beri Diskon 17 Persen Selama 3 Hari, Cek Lokasi Outletnya di Sini
Selasa 18-08-2026,07:03 WIB