radarlampung.co.id - Rasanya masih tak ada perbedaaan pada pelaksanaan pembelajaran tatap muka pada tahun ajaran baru 2021/2022 yang dimulai sejak 12 Juli lalu, khususnya di Bandarlampung, mulai pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar hingga perguruan tinggi kembali harus melaksanakan pembelajaran dalam jaringan (daring). Padahal, kerinduan pembelajaran tatap muka terus mengalir. Namun, kondisi kenaikan kasus konfirmasi Covid-19 di Lampung, bahkan Bandarlampung juga sempat ikut menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat membuat pelajar di Bandarlampung untuk tatap muka lagi-lagi tertunda. Keputusan itu harus di jalani, Baik Dinas Pendidikan, sekolah, guru, siswa, hingga orang tua harus menerima. Meskipun tak jarang, kendala pembelajaran daring masih kerap ditemukan. Seperti yang diungkapkan Samuel Eldafar Kanafi, salah satu siswa sekolah menengah atas (SMA) swasta di Lampung. Dirinya mengaku tak ada yang dirasa berbeda dibandingkan penyelenggaraan tahun ajaran baru dari tahun sebelumnya. Padahal, ia ingin sekali mulai belajar aktif di sekolah. Namun, melihat kondisi kasus Covid-19 di Lampung, yang hari ini saja bertambah 499 kasus baru, sehingga total kasus Konfirmasi Covid-19 di Lampung mencapai 30.887 kasus. Kemudian kasus kematian juga terus bertambah, hari ini bertambah 37 kasus kematian baru sehingga total kasus meninggal karena covid-19 menjadi 1780 kasus. Apalagi Bandarlampung pun masuk lima daerah ber zona merah Covid-19 di Lampung bersama Pringsewu, Pesawaran, Lampung Utara dan Lampung Timur. \"Saya ingin sekali sekolah, karena pembelajaran daring itu tidak bisa fokus. Cuma kalau kasus Covid meningkat saat ini, ya saya lebih memilih dirumah saja. Apalagi PPKM darurat, nggak bisa kemana-mana,\" ungkapnya. Begitu juga yang dirasakan Orfa Xarity, mahasiswi Universitas Lampung itu juga kembali menjalani kuliah daringnya. Meskipun dirinya mengaku ada beberapa praktek di kampus yang tidak bisa dihindarkan. Namun, dirinya memilih untuk mengikuti aturan yang ada saat ini untuk kebaikan bersama. \"Saya ikut saja, karena menurut saya yang penting kita sehat dahulu. Baru kalau bisa bertemu,\" ungkap Orfa. Sementara kejadian lain di rasakan Fariz Setiawan, siswa 11 salah satu SMA negeri di Lampung. Fariz sempat mengalami kesulitan dalam membeli gaway baru menjelang pembelajaran tahun baru. Dirinya bahkan berkeliling di Bandarlampung untuk mencari toko gaway yang beroperasi. Namun nihil. Pencaharian itu akhirnya sampai di kabupaten terdekat, di Jatiagung, Lampung Selatan. \"Jadi kebetulan saya haru sabtu minggu lalu itu handphone nya rusak. Padahal kan saya pakai untuk zoom, karena itu saya cari-cari sampai lah di Jatiagung karena Bandarlampung kan sedang PPKM, nggak ada yang buka toko hape nya,\" ungkap Fariz. Namun kegelisahan orang tua sedikit berkurang. Dengan adanya anak di rumah, artinya kondisi anak lebih termonitor. \"Kalau melihat kasus Covid ya saya masih ingin anak-anak masih online ya, karena kita tidak tahu kondisi di lapangan. Kita ingin baik siswa dan gurunya sehat-sehat,\" tambahnya. Untuk diketahui Sejumlah sekolah di Lampung, khususnya Bandarlampung harus menunda pelaksaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Sebelumnya, pelaksanaan PTM di sekolah harusnya dimulai pada Senin (12/7) lalu. Kondisi penyebaran covid-19 yang terus meningkat belakangan membuat sekolah terpaksa harus tetap melakukan pembelajaran dengan sistem daring (dalam jaringan) atau online. Ketua Tim Verifikasi PTM Disdikbud Provinsi Lampung, Zuraida Kherustika mengatakan, pihaknya selama ini terus memantau kondisi penyebaran virus corona di provinsi Lampung. Bahkan, hampir semua wilayah di provinsi Lampung masuk ke dalam daftar zona merah dan orange. Hal ini pula yang kemudian membuat pihaknya memutuskan untuk menunda pelaksaan PTM di sekolah, khususnya di Bandarlampung. “Kalau di Bandarlampung sepertinya tidak mungkin (PTM), karena kita masuk zona merah. Kementerian juga sudah memutuskan kalau zona merah dan orange tidak boleh melakukan PTM,” katanya. Dia juga menjelaskan, dalam situasi ini pihaknya juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah di masing-masing Kabupaten/kota. Untuk melihat wilayah-wilayah mana saja yang bisa dan tidak bisa melalukan PTK di sekolah. Menurut dia, meski beberapa daerah masuk dalam zona orange. Namun tidak semua kecamatan di wilayah tersebut juga masuk ke dalam zona orange. “Misalnya di Lampung Barat, ada satu kecamatan yang zonanya kuning,” katanya. Menurutnya, jika satu kecamatan di wilayah tersebut masih dalam zona kuning, maka sekolah-sekolah di wilayah tersebut diijinkan jika ingin melakukan PTM. “Jadi itu tergantung kebijakan masing-masing kepala daerah. Karena yang paling tau keadaan di wilayahnya adalah kepala daerahnya masing-masing,” katanya. Dia melanjutkan, terkait PTM tersebut, Kemenko PMK RI juga telah melakukan kunjungan ke sejumlah sekolah di Lampung Tengah. Dalam kunjungan tersebut, kementerian ingin memastikan seberapa baik penerapan protokol kesehatan (Prokes) dilakukan dalam pelaksanaan tatap mula di sekolah. “Sebelumnya, mereka juga masuk ke Lampung Utara yang tadinya juga melaksanakan tatap muka. Tapi ternyata sudah tidak lagi, karena mereka (Lampura, red) juga masuk dalam zona merah,” katanya. Berdasarkan hasil kunjungan, sambung dia, sejumlah sekolah yang melaksanakan PTM telah menerapkan prokes dengan baik. Sementara untuk wilayah lain, kata dia, beberapa daerah sudah berkirim surat dan memutuskan untuk melakukan kegiatan belajar-mengajar dengan sistem online atau daring. “Itu sudah kesepakatan dan sudah ada edaran dari kepala daerah masing-masing. Walaupun kita punya wewenang tapi dengan situasi dan kondisi saat ini kita tidak bisa memaksakan,” tandasnya. (rma/yud)
Belajar Tatap Muka Jadi Kerinduan
Sabtu 24-07-2021,21:13 WIB
Editor : Yuda Pranata
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 31-08-2026,06:04 WIB
Banjir Diskon J.CO Anniversary Dimulai Hari Ini 31 Agustus: Berburu Paket Hemat Donat dan Minuman Segar
Senin 31-08-2026,08:13 WIB
Pilihan Promo SSR Indomaret Pekan Ini: Minyak Goreng 2L Mulai Rp41.500 dan Diskon Kebutuhan Rumah Tangga
Senin 31-08-2026,07:06 WIB
Rekomendasi Smartwatch untuk Pengguna iOS and Android: Huawei Watch Fit 5 Pro Tampil Serba Bisa
Senin 31-08-2026,06:17 WIB
Prakiraan Cuaca Lampung 31 Agustus 2026, Dominan Cerah Berawan
Senin 31-08-2026,08:03 WIB
Jangan Dianggap Remeh, Riwayat SLIK OJK Merupakan Cerminan Kebiasaan Finansial Anda
Terkini
Senin 31-08-2026,23:19 WIB
BMKG Rilis Peringatan Dini Gelombang Tinggi Hingga 4 Meter di Perairan Lampung, Berlaku 1–4 September 2026
Senin 31-08-2026,20:53 WIB
Kasus Pabrik Ekstasi Masih Dikembangkan, Polda Wanti-wanti Orang Tua Jaga Anak
Senin 31-08-2026,20:47 WIB
Teknokrat dan Universiti Sains Malaysia Bekali Siswa SMKN 1 Tegineneng Hadapi Ancaman Cyber Scam dan Era AI
Senin 31-08-2026,19:25 WIB
Promo Special Anniversary Deal Superindo: Deterjen Cair Ukuran Jumbo 1,5 Liter Diskon Hingga 30 Persen
Senin 31-08-2026,18:59 WIB