radarlampung.co.id – Penyidik Unitreskrim Polsek Sekincau, Lampung Barat telah meminta keterangan dua orang yang diduga terlibat penganiayaan terhadap TO (16). Remaja itu sebelumnya diduga mencuri di Pekon Kenali, Kecamatan Belalau, Jumat (22/2) lalu. Kapolsek Sekincau Kompol Suharjono mengatakan, dua warga yang diperiksa adalah IS, pemilik rumah dan RF, kerabatnya. ”Dari hasil pemeriksaan, keduanya mengaku emosi saat memergoki pelaku mencuri,” kata Suharjono mewakili Kapolres Lampung Barat AKBP Doni Wahyudi, Jumat (8/3). Suharjono mengatakan, bermula saat IS hendak pulang dari Liwa. Lantas ia singgah di rumah RF. Kemudian ia mendapat kabar rumahnya dibobol maling. “Setibanya di rumah, IS mendapat informasi dari istrinya, bahwa barang-barang seperti charger, pembersih muka, dan uang Rp11 juta yang disimpan di dompet serta Rp5 juta di dalam amplop hilang. Nasi dan sayur juga habis,” ujarnya. Kemudian, IS bersama RF mengecek sekitar ruangan untuk mencari orang yang sudah memasuki rumah. Saat RF memeriksa bagian plafon, ia menemukan seseorang sedang bersembunyi. Ia bermaksud mengejar orang yang belakangan diketahui adalah TO. Namun TO menjatuhkan karung berisi barang curian dan mengenai IS serta RF. ”Saat TO turun dan melemparkan helm yang ada di atas meja. Lalu IS menendang perut TO hingga ia terjatuh. Kemudian RF datang dan langsung memeganginya,” urainya. Setelah diamankan, warga berdatangan. Kemudian RF mengikat tangan TO dengan kabel dan kaki menggunakan tali rafia. “Setelah IS mengecek tas yang dibawa TO, ditemukan uang senilai Rp16 Juta serta barang lainnya,” paparnya. Terkait kasus main hakim sendiri yang menyebabkan TO koma, Suharjono mengimbau masyarakat agar menahan diri. Sebab mereka yang terbukti melakukan penganiayaan bisa dijerat dengan pasal 351 KUHP Sebelumnya, setelah lima hari koma, TO, sadarkan diri, Kamis (7/3). Meski masih sangat lemah, remaja asal Kecamatan Batuketulis, Lampung Barat yang menjadi korban amuk massa itu sudah bisa berbicara. Walaupun berbisik. Menurut Marianda, ibunya, TO baru sadar setelah pindah ruang perawatan. ”Alhamdulillah, dia (TO, Red) sudah sadar. Bisa diajak ngomong meski hanya berbisik,” kata Marianda saat ditemui di ruang Kutilang Rumah Sakit Umum Daerah dr. Hi. Abdul Moeloek, Kamis (7/3). (edi/ais)
Tolong Tahan Diri, Jangan Main Hakim Sendiri!
Jumat 08-03-2019,22:45 WIB
Editor : Alam Islam
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 04-06-2026,17:49 WIB
Kisah Haru Ibu Lulusan UBL yang Wakili Almarhum Putranya Terima Ijazah
Kamis 04-06-2026,19:26 WIB
Sempat Error Jelang Penutupan, Waktu Pendaftaran SPMB Jalur Prestasi SMA Unggul di Pringsewu Diperpanjang
Kamis 04-06-2026,19:16 WIB
Dari 5-8 Juni 2026, BMKG Maritim Lampung Prediksi Peringatan Dini Gelombang Tinggi di Perairan
Jumat 05-06-2026,06:25 WIB
Promo Double Date 6.6 Indomaret Hanya 3 Hari: Banjir Serba Gratis dan Hemat Hingga 50 Persen
Kamis 04-06-2026,19:35 WIB
Groundbreaking! Harian Disway Bangun Gedung Kantor Baru, Bakal Jadi Rumah Bersama Persebaya dan DBL
Terkini
Jumat 05-06-2026,13:37 WIB
Periska PTBA Dorong Pemberdayaan UMKM Berjalan Optimal
Jumat 05-06-2026,13:28 WIB
Kawasaki ZX-25R 2026 Hadir dengan Mesin 51 PS, Ini Harga dan Spesifikasi Lengkapnya
Jumat 05-06-2026,12:40 WIB
Direktur Utama BRI Hery Gunardi Bongkar 5 Rahasia Memulai Usaha agar Bertahan dan Cepat Berkembang
Jumat 05-06-2026,12:15 WIB
Absennya Jorge Martin Warnai Persaingan MotoGP, Marquez Akhiri Musim dengan Gelar Juara
Jumat 05-06-2026,12:13 WIB