RADARLAMPUNG.CO.ID - Nelayan yang ada di laut Lampung, hingga saat ini menyebut belum ada biota laut yang mati terdampak dari pencemaran Limbah. \"Ya Sampai saat ini belum ada kasus ikan atau hewan laut yang mati terkait dengan cemaran limbah,\" kata Mufid (51) salah satu nelayan di pantai Tarahan Tanjung Selaki Kabupaten Lampung Selatan, saat disambangi radarlampung.co.id, Kamis (16/9). Sejauh ini, dia menyebut warga sekitar masih beraktivitas seperti biasa. Sejak ditemukannya gumpalan limbah itu, sudah cukup lama berserakan di bibir pantai. Menurutnya, limbah itu berwarna hitam dan bertekstur layaknya aspal awal awalnya muncul jumlah limbah itu banyak. Bahkan, hingga batas bibir pantai, tapi sekarang sudah mulai berkurang. Menurutnya, tercemarnya perairan laut itu, tidak saja berdampak terhadap kerusakan biota laut dan lingkungan. Namun juga berdampak terhadap tempat wisata pantai yang baru dibuka sejak pelonggaran PPKM. Terkait dampak limbah yang mengenai kulit akan terasa gatal, Mufid menjelaskan, beberapa waktu lalu, ada rekannya yang tidak sengaja terkena limbah tersebut. Sehingga badannya terasa gatal. Sementara, Yuni, salah satu pengunjung pantai merasa prihatin atas kondisi laut dan pantai yang tercemar. \"Ya kasian sekali laut jadi tercemar gini, kan ada anak-anak juga yang berenang dan main di tepi pantai. Takutnya akan terdampak kotoran laut yang tercemar,\" katanya. Pantauan radarlampung.co.id di Pantai Selaki pada Kamis (16/9), limbah itu berwarna hitam pekat, ketika dipegang terasa lengket dan menempel. (muk/yud)
Belum Temukan Hewan Laut yang mati Terdampak Pencemaran
Kamis 16-09-2021,15:53 WIB
Editor : Yuda Pranata
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 02-10-2026,14:25 WIB
Santri Indonesia Menjaga Alam: Menumbuhkan Semangat Eko-Teologi Pramuka Santri
Jumat 02-10-2026,10:31 WIB
Polinela Berdayakan Koperasi Ragom Maju Jejama Kemiling Lewat Budidaya Maggot
Jumat 02-10-2026,17:45 WIB
Teknokrat-UTHM Bahas Air Tanah dan K3 Bareng Siswa SMK
Terkini
Jumat 02-10-2026,17:45 WIB
Teknokrat-UTHM Bahas Air Tanah dan K3 Bareng Siswa SMK
Jumat 02-10-2026,14:25 WIB
Santri Indonesia Menjaga Alam: Menumbuhkan Semangat Eko-Teologi Pramuka Santri
Jumat 02-10-2026,10:31 WIB
Polinela Berdayakan Koperasi Ragom Maju Jejama Kemiling Lewat Budidaya Maggot
Kamis 01-10-2026,20:56 WIB
Tangkal Trap Wi-Fi Publik, Komdigi Pacu Ekosistem Digital yang Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga
Kamis 01-10-2026,17:00 WIB