Radarlampung.co.id - Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) kembali menggelar diskusi kebangsaan dalam membangun harmoni bangsa, Jumat (15/10). Setelah sebelumnya, di Balai Desa Banjarejo Kecamatan Batanghari Lampung Timur, kini dialog digelar di Aula Universitas Muhammadiyah Metro (UMM). Dialog yang menghadirkan Direktur Pencegahan BNPT Brigjend R. Ahmad Nurwahid dan Pendiri Negara Islam Indonesia (NII) Crisis Centre Ken Setiawan itu dihadiri Wakil Rektor UMM Suyanto, Dekan Fakultas Tekhnik Kemas Ridwan, dan para dosen serta Chairman Radar Lampung Ardiansyah. Hadir juga pada acara itu para mahasiswa Fakultas Tekhnik UMM. Pada kesempatan itu, Brigjend R. Ahmad Nurwahid menyatakan penanggulanan paham radikal (radikalisme) dan terorisme tidak bisa dilakukan BNPT sendiri. Namun, harus melibatkan semua elemen bangsa termasuk civitas akademika. Pasalnya, pemuda termasuk para mahasiswa merupakan sasaran utama yang dipersiapkan kelompok radikal untuk mengisi pemerintahan bila berhasil mengganti idiologi negara. \"Paham adikal bertentangan dengan agama dengan memanipulasi agama untuk mengganti idiologi negara,\" jelasnya. Pada dialog tersebut, Brigjend R. Ahmad Nurwahid dan Ken Setiawan memaparkan tentang bahaya paham radikal terhadap kehidupan berbangsa dan keutuhan NKRI. Menurut Brigjend R. Ahmad Nurwahid, sejak 2018 hingga saat ini, BNPT bersama Densus 88 berhasil menggagalkan 1.350 aksi terorisme. \"Penanggulangan terorisme tidak bisa dilakukan BNPT sendiri namun harus melibatkan semua elemen bangsa terutama civitas akademika,\" jelas Brigjend R. Ahmad Nurwahid. Lebih lanjut Brigjend R. Ahmad Nurwahid menjelaskan, pemerintah tidak anti kritik dari para mahasiswa. \"Tidak sesuai silahkan kritik. Tapi, sampaikanlah kritik yang membangun tidak anarkis,\" terang Brigjend R. Ahmad Nurwahid. Sementara, Ken Setiawan mengajak civitas akademika UMM agar tidak terpapar paham radikal. Menurutnya, kelompok radikal akan berusaha merekrut anggota baru dengan berbagai cara. \"Kelompok radikal tidak akan melepaskan calon anggota baru sampai korbannya terpapar,\" kata Ken Setiawan. Mendengar pemaparan tersebut, sejumlah mahasiswa menanyakan cara untuk mencegah agar tidak terpapar. \"Jangan sekali-kali mencoba mempelajari dan ikut paham radikal. Tetap waspada tapi jangan pobia,\" pesan Ken Setiawan. Diketahui sebelumnya, saat dialog kebangsaan di Balai Desa Banjarrejo Kecamatan Batanghari Lampung Timur Brigjend R. Ahmad Nurwahid mengajak peserta diskusi memahami tentang tauhid (ke esaan). Menurutnya, tuhan di alam itu hanya satu. Namun, penyebutan oleh masing-masing agama yang berbeda. Karenanya, bagi yang menganggap tuhan antara agama yang satu dengan lainnya berbeda itu terindikasi paham radikalisme. \"Radikalisme mengatasnamakan islam adalah proxi untuk menghancurkan islam dan NKRI,\" tegas Brigjend R. Ahmad Nurwahid. Dilanjutkan, berdasarkan data pada 2017, indek potensi radikalisme di Indonesia mencapai 55 persen, kemudian menurun menjadi 38 persen di tahun 2019 dan 12,2 persen di tahun 2020. Sedangkan, tahun 2021 ini, ditargetkan indek potensi radikalisme berada di bawah 10 persen. \"Radikalisme bukan monopoli salah satu agama, namun ada di setiap individu manusia,\" jelas Brigjend R. Ahmad Nurwahid. (wid/sur)
Cara Cegah Radikalisme: Tetap Waspada Tapi Jangan Pobia
Jumat 15-10-2021,13:09 WIB
Editor : Ari Suryanto
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 08-11-2026,12:51 WIB
Prakiraan Cuaca Lampung Minggu 8 November 2026, Suhu Udara Tembus 34 Derajat Celsius, Cek Sebarannya
Minggu 08-11-2026,12:50 WIB
Pelepasan Kontingen Porprov X, Wali kota Eva Dwiana Pasang Target Juara Umum untuk Bandar Lampung
Minggu 08-11-2026,17:13 WIB
History Competition Unila Masuki Tahun Ketiga, Libatkan 24 Tim Pelajar dari 14 Sekolah
Minggu 08-11-2026,17:13 WIB
Tim Kemendagri dan Kemendes Uji Lapangan Kelurahan Gedong Air
Minggu 08-11-2026,17:12 WIB
Atasi Limbah Cair Tahu, Tim PKM Fisika Itera Kenalkan IPAL Dua Drum di Lampung Selatan
Terkini
Minggu 08-11-2026,17:13 WIB
Tim Kemendagri dan Kemendes Uji Lapangan Kelurahan Gedong Air
Minggu 08-11-2026,17:13 WIB
History Competition Unila Masuki Tahun Ketiga, Libatkan 24 Tim Pelajar dari 14 Sekolah
Minggu 08-11-2026,17:12 WIB
Atasi Limbah Cair Tahu, Tim PKM Fisika Itera Kenalkan IPAL Dua Drum di Lampung Selatan
Minggu 08-11-2026,12:51 WIB
Prakiraan Cuaca Lampung Minggu 8 November 2026, Suhu Udara Tembus 34 Derajat Celsius, Cek Sebarannya
Minggu 08-11-2026,12:50 WIB