RADARLAMPUNG.CO.ID - Neraca perdagangan luar negeri Provinsi Lampung pada November 2020 mengalami surplus sebesar US$299,22 juta. Hal itu dilihat dari nilai ekspor Provinsi Lampung pada November 2020 mencapai US$361,02 juta, lebih tinggi dari nilai impor November 2020 yang mencapai US$61,80 juta. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung Faizal Anwar menjelaskan, nilai ekspor Provinsi Lampung pada November 2020 mencapai US$361,02 juta, mengalami peningkatan sebesar US$62,52 juta atau naik 20,94 persen dibanding ekspor Oktober 2020 yang tercatat US$298,50 juta. \"Nilai ekspor November 2020 ini jika dibandingkan dengan November 2019 yang tercatat US$267,49 juta, mengalami peningkatan sebesar US$ 93,53 juta atau naik 34,97 persen,\" ujarnya. Ia memaparkan, sepuluh golongan barang utama ekspor Provinsi Lampung pada November 2020 diantaranya lemak dan minyak hewan/nabati, batu bara, kopi teh, rempah-rempah, olahan dari buah-buahan sayuran, ampas/sisa industri makanan, ikan dan udang, gula dan kembang gula. \"Lalu, karet dan barang dari karet, bubur kayu atau pulp, serta daging dan ikan olahan,\" imbuhnya. Lebih lanjut ia memaparkan, ekspor Provinsi Lampung November 2020 Sebesar US$361,02 Juta. Peningkatan ekspor November 2020 terhadap Oktober 2020, lanjutnya, terjadi pada empat golongan barang utama yaitu lemak dan minyak hewan/nabati naik 69,25 persen, batu bara naik 84,97 persen, ikan dan udang naik 9,79 persen, serta gula dan kembang gula 104,24 persen. \"Sedangkan golongan barang utama yang mengalami penurunan adalah kopi, teh, rempah-rempah turun 20,25 persen, olahan dari buah-buahan/sayuran turun 10,52 persen, ampas/sisa industri makanan turun 27,04 persen, karet dan barang dari karet turun 14,11 persen, bubur kayu/pulp turun 27,14 persen, serta daging dan olahan ikan turun 29,57 persen,\" terangnya. Dilanjutkan Faizal, negara utama tujuan ekspor Provinsi Lampung pada November 2020 adalah Amerika Serikat yang mencapai US$45,65 juta, India US$45,52 juta, Pakistan US$44,36 juta, Tiongkok US$39,35 juta, dan Italia US$25,18 juta. Lalu, Selandia Baru US$14,27 juta, Philipina US$13,72 juta, Taiwan US$11,88 juta, Togo US$11,52 juta, dan Jepang US$11,50 juta. \"Sehingga peranan kesepuluh negara tersebut mencapai 72,84 persen,\" tuturnya. Ia menambahkan, ekspor menurut sektor pada November 2020 dibanding Oktober 2020 terjadi peningkatan pada dua sektor. Yakni, produk pertambangan dan lainnya naik sebesar 84,74 persen, dan produk industri pengolahan naik 23,87 persen. Sedangkan produk pertanian turun 19,97 persen. (rur/sur)
Neraca Perdagangan Luar Negeri Masih Surplus
Minggu 10-01-2021,18:46 WIB
Editor : Ari Suryanto
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 05-09-2026,09:18 WIB
Promo Minyak Goreng Superindo 4–6 September 2026: Tropical 1,5 Liter Cuma Rp 32.300, Ini Daftar Lengkapnya
Sabtu 05-09-2026,07:24 WIB
Promo Serba Gratis Indomaret Periode 3-16 September 2026: Diskon hingga 50 Persen untuk Produk Favorit
Sabtu 05-09-2026,08:42 WIB
BMKG Deteksi 200 Titik Panas dalam 24 Jam, Ada Hotspot Merapat ke Area Bandara
Sabtu 05-09-2026,08:10 WIB
Banjir Promo Minyak Murah Tanpa Syarat di Alfamart, Harga Spesial Sunco dan Bimoli 2L
Sabtu 05-09-2026,14:01 WIB
Intip Spesifikasi Gahar POCO X8 Series yang Resmi Hadir Bulan Ini
Terkini
Minggu 06-09-2026,03:58 WIB
Simulasi Kredit POCO X8 Series Resmi Hadir, Cicilan Mulai Rp200 Ribuan per Bulan
Minggu 06-09-2026,02:43 WIB
Promo Noodle Fair Alfamart September 2026: Diskon Spesial Mie Instant Impor dan Lokal, Cek Daftar Harganya
Minggu 06-09-2026,01:29 WIB
Ramalan Zodiak Keuangan 6-7 September 2026: Capricorn Dapat Rezeki Ekstra, Aquarius Jangan Lapar Mata
Minggu 06-09-2026,00:20 WIB
Hadir Kembali, Promo Es Krim Day Indomaret, Cek Daftar Harganya di Sini
Sabtu 05-09-2026,23:26 WIB