RADARLAMPUNG.CO.ID - Indonesia memang kerap kali menjadi buah bibir negara lain lantaran kekayaan alamnya yang melimpah. Seluruh dunia mengetahui bahwa Indonesia memiliki sumber daya alam, sumber daya energi, pangan, dan pasar dunia yang potensial. Namun, semuanya justru menjadi petaka bagi Indonesia. Hal itu disampaikan oleh Danramil 410-04/TKT saat menjadi pemateri Ancaman Proxy War di Gereja ST Yohanes Rasul Jalan Bakti Gg Tupai Kelurahan Sidodadi Kecamatan Kedaton Bandar Lampung, Sabtu (23/11/2019). “Kita harus bangga menjadi warga negara Indonesia. Kekayaan alam Indonesia membuat iri negara-negara di dunia, tapi sumber daya alam justru menjadi petaka buat kita oleh karena itu kita harus waspada,” kata Danramil 410-04/TKT Mayor Inf Sutoto saat menyampaikan terkait wawasan kebangsaan, bela negara, cinta tanah air. Sutoto mengungkapkan, sesuai dengan apa yang dikatakan Presiden RI Pertama Soekarno pesatnya populasi di suatu negara yang tidak seimbang dengan kesediaan pangan air bersih dan energi, merupakan salah satu sumber pemicu terjadinya konflik baru. Hal itulah yang membuat Indonesia akan jadi perebutan dunia. “Negara asing memperebutkan Indonesia dengan cara proxy war. Proxy war adalah perang yang salah satu pihak menggunakan pihak ketiga atau kelompok lain untuk berperang melalui berbagai aspek ilmu, politik, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan. Kemudian perang dengan cara tidak langsung yang menyasar integritas bangsa dan negara yang menggunakan senjata soft dan hard power dengan proxy war insurgent, tokoh/pemerintah dan akademisi,” jelasnya. Tak hanya itu, sambung Sutoto, proxy war menghancurkan negara lewat generasi muda Indonesia. Budaya negatif, narkoba, judi dan seks bebas, menguasai pembuatan kebijakan dan legislatif dengan cara menyuap agar menghasilkan aturan undang-undang yang memihak kepentingan asing. Lalu membeli dan menguasai media dan komunikasi di Indonesia serta melakukan penyadapan telekomunikasi menjatuhkan citra Indonesia dengan isu terorisme. “Tantangan pemuda dalam membangun kebhinekaan di era komunikasi digital seperti unjuk rasa anarkis, pejabat negara dalam kasus korupsi, perang antar suku, pemakaian dan peredaran narkoba, penyebaran berita hoax, pencemaran lingkungan. Oleh karena itu kita harus bisa bijak dan bersatu Karena ancaman ke depan semakin nyata dan perlu antisipasi sejak dini,” pungkasnya. (rls/ang)
Danramil 410-04/TKT Jadi Pemateri di Proxy War
Sabtu 23-11-2019,11:35 WIB
Editor : Anggri Sastriadi
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 11-06-2026,05:43 WIB
Ramalan Zodiak 11-12 Juni 2026, Energi Gemini Bawa Hoki Gede buat 3 Zodiak Ini
Kamis 11-06-2026,10:01 WIB
Prediksi Mengejutkan! Tiga Tim Nonunggulan Ini Bisa Hancurkan Dominasi Raksasa di Piala Dunia 2026
Kamis 11-06-2026,09:57 WIB
Tak Banyak yang Tahu, Ini 8 Poin Krusial UU Polri 2026 yang Baru Disahkan DPR dan Pemerintah
Kamis 11-06-2026,09:43 WIB
Messi Kembali Menggila, Argentina Bisa Jadi Ancaman Meski Opta Hanya Beri Peluang 10 Persen Juara Dunia 2026
Kamis 11-06-2026,09:49 WIB
Juli 2026 Mulai Cair, Bantuan Beras 10 Kg untuk 33,2 Juta KPM Ditambah Tiga Tahap Sekaligus
Terkini
Kamis 11-06-2026,20:06 WIB
Mahasiswa Teknokrat Hadirkan Teknologi Energi Surya untuk Tingkatkan Daya Saing UMKM Keripik Bawang
Kamis 11-06-2026,19:52 WIB
Selamat untuk Gubernur Mirza, Walikota Eva, serta Bupati Egi dan Nanda!
Kamis 11-06-2026,19:28 WIB
Glow And Lovely Gelar Workshop Nail Art di Chandra Mall, Catat Tanggal dan Syaratnya
Kamis 11-06-2026,19:13 WIB