RADARLAMPUNG.CO.ID- Sejumlah pihak mengkritisi dan menyoroti kebijakan pemerintah dalam hal penumpang penumpang pesawat yang menggunakan hasil negatif reverse transcriptase poly merase chain reaction (RT-PCR), termasuk DPRD Lampung. Anggota Komisi IV DPRD Lampung, Midi Iswanto mengatakan, pihaknya merupakan mitra yang salahsatunya berkaitan dengan perhubungan. Dalam hal kebijakan PCR yang diwajibkan kepada penumpang pesawat, pihaknya tegas menolak. Sebab hal itu tidak mencerminkan kepentingan rakyat. \"Mencerminkan kepentingan rakyatnya dimana? Yang ada malah menyengsarakan rakyat. Tentu kami di DPRD juga tegas, tidak hanya ingin evaluasi saja, tapi cabut saja kebijakan PCR itu,\" tandasnya, kepada Radar Lampung, Senin (1/11). Dijelaskan dia, dia juga mendapatkan keluhan dari berbagai masyarakat, baik di dapilnya maupun di tenpat lain di Sai Bumi Ruwa Jurai. Keluhannya, masyarakat merasa susah dengan kebijakan PCR bagi penumpang pesswat ini lantaran tentunya menambah pengeluaran. \"Tentu saja memberatkan. Yang naik pesawat itu kan tidak semuanya orang punya, yang berkecukupan. Sekarang ini, orang naik pesawat juga karena ingin memangkas waktu. PCR ini kan terbatas waktunya, bayangkan saja dari Lampung-Jakarta harus PCR, kemudian mau pulangnya lagi harus PCR,\" ujarnya. Wakil Ketua Bintang Muda Indonesia (BMI) Pusat ini juga mempertanyakan pemangkasan tarif PCR yang dulu hingga Jutaan, kini hanya Rp275 ribu (Jawa-Bali), Rp300 ribu (Luar Jawa-Bali). \"Kalau mau diberlakukan kenapa tidak dari awal? Kalau sekarang alasan harganya turun, mengapa turunnya tidak dari dulu? Kalau pun alasan pengetatan, kan sudah ada vaksinasi, sudah ada antigen. Saya kira itu saja cukup. Kalau harus dibebankan ke PCR, tentu saja masyarakat keberatan lah. Apalagi jika memang dilakukan di semua moda transportasi. Enggak benar itu. Semakin sengsara lagi rakyat,\" ujarnya. Dia kembali menegaskan bahwa kebijakan ini sebaiknya dicabut dan tidak diberlakukan. Dia juga mengaku akan menyuarakan ini melalui lembaga legislatif di pusat. \"Sebagai fungsi koordinasi iya, akan kita suarakan ke pusat. Kita suarakan. Sebab jika dibiarkan indikasinya hanya menguntungkan pihak tertentu saja. Kalau mau bisnis yang lain saja lah. Jangan yang menyinggung perasaan masyarakat,\" pungkasnya. (abd/wdi)
DPRD Lampung Minta Pemerintah Cabut Kebijakan PCR
Senin 01-11-2021,14:50 WIB
Editor : Widisandika
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 01-09-2026,09:12 WIB
Promo Minyak Goreng Hemat Alfamart 1–6 September 2026: SunCo, Sania, hingga Bimoli Turun Harga
Selasa 01-09-2026,12:16 WIB
Gerbong Mutasi Pemprov Lampung Bergerak, 4 Pejabat Eselon II Bergeser
Selasa 01-09-2026,07:01 WIB
Rekomendasi 5 Kamera Mirrorless Terbaik di Bawah Rp5 Juta untuk Kebutuhan Vlogging dan Fotografi Pemula
Selasa 01-09-2026,08:00 WIB
Bapenda Lampung Perpanjang Program Keringanan Pajak dan Balik Nama Kendaraan hingga 31 Oktober 2026
Selasa 01-09-2026,07:38 WIB
Lampung Siaga Karhutla, BMKG Pantau 133 Titik Panas Tersebar di 12 Kabupaten: Tubaba hingga Lamsel
Terkini
Rabu 02-09-2026,00:07 WIB
Banjir Promo, Chatime Beli 1 Gratis 1 Hari Pelanggan Nasional 2026 Untuk Pembelian Instore F&B ID App
Selasa 01-09-2026,22:00 WIB
Kerugian Negara Rp614 Juta, Kejari Metro tahan dua tersangka korupsi proyek jalan
Selasa 01-09-2026,21:27 WIB
Kapolri Mutasi Pejabat Polri Termasuk Kapolres Lampung Tengah, Karena Kerusuhan di Anak Tuha?
Selasa 01-09-2026,20:21 WIB
Tim PkM Dosen FEB Unila Latih UMKM Desa Purworejo Pesawaran Go Global Lewat Qris
Selasa 01-09-2026,19:05 WIB