RADARLAMPUNG.CO.ID - Sejak sebulan terakhir harga tomat di Lampung Barat anjlok. Bahkan saat ini hanya Rp400 per kilogram. Kondisi tersebut dipicu panen yang berlimpah. Sementara pemasaran petani di Lambar hanya mengandalkan sejumlah pasar induk di Lampung, yang juga dimasuki hasil panen dari sejumlah daerah di Sumatera. Nanang, salah seorang petani tomat di Kelurahan Waymengaku, Kecamatan Balikbukit mengatakan, anjloknya harga jual tomat tersebut sudah terjadi sejak satu bulan terakhir. Akibatnya petani harus menanggung kerugian cukup besar. \"Untuk harga yang kurang bagus ini sudah sebulan. Per hari ini, harga jual dari kami ke pengepul hanya Rp400 per kilogram. Dengan harga tersebut, petani tomat mengalami kerugian,\" kata Nanang ditemui disela-sela aktivitasnya di kebun tomat, Senin (28/3). Nanang menjelaskan, untuk pembelian satu kotak tomat Rp15 ribu per buah, yang muat untuk 50 kilogram. Dengan harga jual Rp400 per kilogram, maka dalam satu kotak menghasilkan Rp20 ribu. Hasil yang didapat, dikurangi biaya pembelian kotak hanya tersisa Rp5.000. Itupun harus dikurangi biaya panen. Belum ditambah biaya dari proses penanaman hingga perawatan. \"Jadi itu yang menyebabkan banyak petani memilih membuang atau bahkan membiarkan saja buah tomatnya. Sebab hasil tidak sesuai dengan biaya yang dikeluarkan,” ujarnya. Sementara, Marwan, pengepul sayur mayur di Pemangku Umbullioh, Pekon Sebarus, Balikbukit mengaku dirinya tidak bermaksud untuk membuang tomat-tomat, seperti dalam video yang viral di media sosial. Ia mengaku terpaksa membuang tomat karena tidak tahu lagi mesti memasarkan kemana. Sebab terjadi over produksi sehingga stok barang lebih banyak daripada permintaan di pasar. \"Sebelum saya tumpahkan di pinggir jalan, sebenarnya saya udah bilang ke ibu-ibu untuk mengambil tomatnya saat masih di dalam kotak. Tetapi mungkin karena malu atau nggak enak. Jadi nggak ada yang mau ngambil,\" akunya. Menurut Marwan, normalnya harga tomat Rp3.000-Rp4.000 per kilogram. Ia biasanya memasarkan tomat ke sejumlah wilayah di Lampung hingga Jakarta. \"Harga sekarang anjlok. Saya terpaksa membuang stok tomat sebanyak 30 peti atau sekira 1,5 ton, untuk kerugian lebih dari Rp1 juta. Meskipun mengalami kerugian, saya tetap menampung hasil panen tomat dari para petani. Kalau nggak diambil, kasihan petaninya. Sementara pas mahal, kita juga dikasih. Jadi saat harga murah, kita harus bantu mereka juga,\" tegasnya. (nop/ais)
Petani tak Bisa Apa-apa, Harga Tomat Terjun Rp400 per Kilogram
Senin 28-03-2022,19:30 WIB
Editor : Alam Islam
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 30-03-2026,17:35 WIB
Lantik dan Kukuhkan 27 Pejabat, Bupati Mesuji: Ingat, Kita Adalah Pelayan Masyarakat!
Senin 30-03-2026,06:40 WIB
Harga Emas Antam 30 Maret 2026 Turun Drastis, Saatnya Beli atau Tunggu?
Senin 30-03-2026,08:51 WIB
Barcelona Siapkan Kontrak Baru untuk Robert Lewandowski, Gaji Dipangkas Tapi Ada Bonus Besar
Senin 30-03-2026,09:07 WIB
Asal Usul Furap Terungkap! Awalnya Cuma Candaan Tapi Kini Viral di Medsos
Senin 30-03-2026,09:16 WIB
Yamaha RX King Reborn 2026, Spesifikasi dan Kelebihan Motor Legendaris yang Kini Lebih Irit dan Modern
Terkini
Senin 30-03-2026,17:37 WIB
Aksi Sigap Damkarmat Metro Selamatkan Jari Balita Dari Jerat Baut Baja
Senin 30-03-2026,17:35 WIB
Lantik dan Kukuhkan 27 Pejabat, Bupati Mesuji: Ingat, Kita Adalah Pelayan Masyarakat!
Senin 30-03-2026,16:52 WIB
DPRD Bandar Lampung Minta Solusi Pengamanan Perlintasan, Usai Aksi Blokir Rel di Garuntang
Senin 30-03-2026,16:48 WIB
Sidang Mafia Tanah Kemenag Lampung, Ahli Jelaskan Mekanisme dan Sengketa Sertifikat
Senin 30-03-2026,16:20 WIB