RADARLAMPUNG.CO.ID – Opsi penundaan Pilkada Serentak tahun 2020 disuarakan berbagai pihak. Akademisi Universitas Lampung Dr Deddy Hermawan menilai, pada dasarnya memang opsi penundaan pilkada memiliki dasar hukum. Yakni jika kondisi penyebaran Covid-19 semakin meningkat. “Tentunya, aspirasi penundaan pilkada 2020 memiliki argumentasi yang kuat. Yaitu menyangkut keselamatan manusia atau warga negara. Karena perkembangan orang yang terkena Covid-19 semakin naik tinggi dari waktu ke waktu,”ucapnya, Senin (21/9). Namun, kondisi saat ini, sambung dia, pemerintah pusat masih tetap pada keputusannya untuk melaksanakan pemungutan suara pilkada pada bulan Desember. Karenanya, dia menyarankan kepada semua pihak, khususnya di Lampung untuk melakukan persiapan-persiapan langkah agar seluruh tahapan pilkada serentak berjalan secara aman dari penyebaran Covid-19. “Pastikan bahwa protokol pencegahan Covid-19 berjalan di seluruh tahapan pilkada. Untuk itu, sosialisasi tentang penerapan protokol Covid-19 dalam tahapan pilkada harus disosialisasikan secara intensif dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat luas,”imbuhnya. Dia juga menyarankan, berbagai simulasi pencegahan harus dilakukan agar pelaksanaan pilkada betul-betul aman dari penyebaran Covid-19 pada saat pelaksanaan tahapan pilkada. Yang juga tak kalah penting, kata dia, Pemprov dan kabupaten/kota melalui satgasnya terus-menerus tidak kenal lelah mengawasi penerapan protokol pencegahan Covid-19, jangan hanya menjadi formalitas. “Jangan sampai ada pelemahan disiplin tersebut, apabila ini diabaikan, maka dikhawatirkan akan terjadi kluster baru penyebaran Covid-19 di jalur politik. Kunci keberhasilan pelaksanaan pilkada serentak 2020 ini apabila sistem pelaksanaan pilkada yang patuh terhadap protokol pencegahan Covid-19, masyarakat pemilih yang taat protokol dan pihak penyelenggara KPUD dan Bawaslu yang juga berkinerja tinggi untuk melaksanakan pilkada dalam bingkai pencegahan Covid-19 di pilkada serentak ini,”kata dia. Sementara, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengatakan, pihaknya belum bisa menyimpulkan apakah akan mengusulkan pilkada ditunda atau tidak. Di mana, hal ini akan dikoordinasikan terlebih dahulu dengan KPU dan Bawaslu. “Saya normatif saja, Indonesia ini kan tidak hanya di Lampung. Jika memang dilaksanakan dengan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yang baik, mengapa tidak. Tapi jika pusat memutuskan ditunda ya ditunda, kita ikut pusat,” ucapnya, usai menerima usai menerima penyerahan bantuan ventilator dari DPP Partai Gerindra. (abd/wdi)
Pilkada tak Ditunda, Pengamat Unila : Pastikan Prokes Dijalankan
Senin 21-09-2020,19:15 WIB
Editor : Widisandika
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 20-07-2026,10:06 WIB
Spanyol Juara Piala Dunia 2026 usai Kalahkan Argentina 1-0, Pupus Sudah Mimpi Messi
Senin 20-07-2026,12:49 WIB
Hery Sadli dan dr. Marzuqi Sayuti Tukar Posisi di Pemprov Lampung
Senin 20-07-2026,18:15 WIB
Promo Banded Pick of the Week di Chandra Superstore Hadir Kembali, Ada Beli 2 Rinso Lebih Hemat
Senin 20-07-2026,18:29 WIB
Harga Emas Antam Melemah Tipis ke Level Rp2,61 Juta per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
Senin 20-07-2026,17:37 WIB
Percepat Transformasi Menuju Global, Rektor Itera Lantik Wakil Rektor dan Pejabat Baru Periode 2026–2030
Terkini
Senin 20-07-2026,18:29 WIB
Harga Emas Antam Melemah Tipis ke Level Rp2,61 Juta per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
Senin 20-07-2026,18:15 WIB
Promo Banded Pick of the Week di Chandra Superstore Hadir Kembali, Ada Beli 2 Rinso Lebih Hemat
Senin 20-07-2026,18:00 WIB
Jual Truk Kredit Tanpa Izin Bank, Warga Pringsewu Ditangkap Polisi
Senin 20-07-2026,17:53 WIB
Pasca Sidak Gubernur-Kajati, Pemprov Lampung Matangkan SE Transparansi Program MBG
Senin 20-07-2026,17:46 WIB