Radarlampung.co.id - Badan Pengurus Wilayah (BPW) Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia (Pispi) Lampung bersama UKMF Lembaga Studi Mahasiswa Pertanian (LSMATA) Universitas Lampung (Unila) menggelar kegiatan Kajian Untuk Pertanian (Kupi) Lampung. Kegiatan yang membahas permasalahan pupuk subsidi, khususnya kelangkaan SP36 dan NPK Phonska bertajuk Antara Hilangnya Produksi atau Absurdnya Proses Penyaluaran berlangsung di Kedai Kopi Dr. Ceffe Jalan Pagar Alam, Gang PU, Kedaton, Bandarlampung, Sabtu (2/2). Dalam sambutannya, Ketua BPW Pispi Lampung Ilham Mendrofa menjelaskan bahwa diskusi ini digelar untuk menekankan dua hal terkait kelangkaan pupuk subsidi yang telah menjadi masalah sejak lama. Pertama, yakni BPW Pispi Lampung yang berkomitmen untuk mengawal Pendistribusian pupuk subsidi di Lampung. Kedua, meminta pertanggungjawaban seluruh stake holder terkait dalam proses pendisribusian pupuk subsidi di Lampung. “Kami ingin mencari tau, jika memang pupuk subsidi ini telah di distribusikan, kemana saja pendistribusiannya. Kami ingin mengawal sungguh-sungguh proses pendistribusiannya,\" tandasnya. (ega/kyd)
Pispi Lampung Kawal Distribusi Pupuk Subsidi
Sabtu 02-02-2019,15:04 WIB
Editor : Kesumayuda
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 07-06-2026,03:18 WIB
Yamaha Aerox 155 2026 Tampil Lebih Agresif, Mesin VVA dan Fitur Modern Makin Menarik
Minggu 07-06-2026,04:36 WIB
Hari Terakhir, Promo Double Date 6.6 Indomaret Tawarkan Diskon Beli 2 Gratis 1
Minggu 07-06-2026,05:01 WIB
Chandra Mall Hadirkan Sensasi Snow TropiCool, Siap Sambut Libur Sekolah
Minggu 07-06-2026,06:24 WIB
Deretan Fakta Unik 7 Juni, Ada Tragedi Port Royal
Minggu 07-06-2026,10:40 WIB
DesaKu Maju dan Hilirisasi Desa Jadi Fokus Sinergi Pemprov Lampung–PTPN IV
Terkini
Minggu 07-06-2026,19:17 WIB
9 Jamaah Haji Lampung Wafat di Tanah Suci, Seluruhnya Dapat Asuransi Senilai Bipih
Minggu 07-06-2026,16:56 WIB
Edarkan Ekstasi, Oknum Mahasiswa di Tulang Bawang Diciduk di Hotel
Minggu 07-06-2026,15:58 WIB
13 Tersangka Tambang Emas Ilegal Way Kanan Dilimpahkan, Kerugian Negara Ditaksir Rp1,5 Triliun
Minggu 07-06-2026,15:02 WIB
Dampak Rupiah Anjlok, Harga Onderdil Kendaraan di Desa Ikut Naik
Minggu 07-06-2026,14:01 WIB