RADARLAMPUNG.CO.ID - Proses pembelajaran tatap muka (PTM) dijenjang SMA/SMK telah berjalan sekitar sebulan. Dalam pelaksanaannya, pihak sekolah bersama Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) juga telah melakukan evaluasi. Terkait hal ini, Ketua MKKS SMK se-Lampung, Edy Hajito mengatakan, pihaknya terus mengingatkan sekolah untuk tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat. Di samping itu, dia juga berharap sejumlah SMK dapat segera menerapkan kurikulum pembelajaran yang sesuai. Seperti pelaksanaan praktek dan budaya industri. “Evalusianya, sekolah harus tetap menerapkan prokes, mengatur jarak antara siswa dan kurukulumnya disesuaikan. Karena sudah satu setengah tahun ini tidak berjalan,” katanya. Sementara itu, Ketua MKKS SMA se-Lampung, Hendra Putra menambahkan, sejauh ini pihaknya belum menemukan masalah yang serius dalam pelaksanaan PTM di sekolah. Hanya saja, pada pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM), menurutnya masih ada perbedaan metode yang digunakan. “Ada yang menggunakan double shift dan ada juga yang menggunakan blended learning,” katanya. Dia menjelaskan, untuk sekolah dengan sistem double shift biasanya dilakukan pagi dan sore hari. Lantaran ini biasanya guru-guru merasa mulai terbebani. “Karena kemarin 1,5 tahun di rumah. Begitu masuk, pekerjaan guru-guru itu langsung dua kali lipat. Termasuk anak-anak yang masuk siang juga biasanya sudah tidak fresh lagi,” kata pria yang menjabat sebagai Kepala SMAN 2 Bandarlampung. Sementara untuk sekolah yang melakukan proses PTM dengan sistem blended learning, biasanya menghadapi kendala pada jaringan internet. Menurutnya, meski sekolah telah menyiapkan jaringan internet dengan spek yang cukup tinggi. Namun terkadang jaringan internet masih kerap mengalami kolab. Itu lantaran dalam proses KBM, guru harus mengirimkan materi atau soal kepada siswa di rumah dan di waktu yang bersamaan juga siswa yang ada di sekolah harus mengirimkan jawaban mereka kepada guru. “Tapi sekarang sudah kita atasi dengan cara internet yang di sekolah hanya untuk guru yang mengajar. Sementara siswa masih kita minta untuk menyiapkan kuota melalui androidnya masing-masing,” katanya. Dia juga mengatakan, dalam sistem blended learning guru dituntut untuk lebih mengusai IT dan penyiapan bahan ajar. Guru juga harus sudah menyiapkan bahan ajar di dalam laptop masing-masing. Baik materi maupun tugas yang akan diberikan, harus sudah dalam bentuk fail yang siap dikirim kepada siswa yang menjalani kelas online. “Karena blended learning, konsepnya guru menggunakan dua perangkat IT. Mereka menggunakan laptop yang tersambung dengan siswa di rumah. Kemudian dia juga harus menjelaskan materi ke siswa di dalam kelas, tapi tetap tersorot ke dalam kamera sehingga siswa yang di rumah bisa tetap mengikuti apa yang sedang diajarkan guru,” tandasnya. (Ega/yud)
Sekolah Mulai Lakukan Evaluasi Pelaksanaan PTM
Selasa 12-10-2021,19:45 WIB
Editor : Yuda Pranata
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 31-08-2026,19:25 WIB
Promo Special Anniversary Deal Superindo: Deterjen Cair Ukuran Jumbo 1,5 Liter Diskon Hingga 30 Persen
Senin 31-08-2026,23:19 WIB
BMKG Rilis Peringatan Dini Gelombang Tinggi Hingga 4 Meter di Perairan Lampung, Berlaku 1–4 September 2026
Selasa 01-09-2026,00:54 WIB
Simak! Dua Jalur Perpanjang SIM A dan C dari Ditlantas Polda Lampung
Senin 31-08-2026,18:59 WIB
Dewan Kota Ikut Pelototi Debu dan CSR Semen Baturaja
Senin 31-08-2026,20:47 WIB
Teknokrat dan Universiti Sains Malaysia Bekali Siswa SMKN 1 Tegineneng Hadapi Ancaman Cyber Scam dan Era AI
Terkini
Selasa 01-09-2026,17:59 WIB
Katalog Promo Superindo hingga 3 September 2026, Daging Segar dan Telur Murah
Selasa 01-09-2026,17:55 WIB
DLH Bandar Lampung Layangkan Teguran Keras ke Semen Baturaja, Warga Keluhkan Polusi Debu
Selasa 01-09-2026,17:44 WIB
Proyek Trotoar Rp21,7 Miliar di Bandar Lampung Ambruk, Dinas PU Dalihkan Fondasi Lama dan Hentikan Pekerjaan
Selasa 01-09-2026,17:31 WIB
Setelah Perbaikan Jalan, So What Next?
Selasa 01-09-2026,14:21 WIB