Jembatan di Lampung Barat Ambruk, Ratusan Warga Terisolir

Minggu 13-11-2022,06:45 WIB
Reporter : Edi Prasetya/Nopriadi
Editor : Alam Islam

"Setelah air surut nanti, kami akan melakukan pengecekan dan melihat kerusakan yang terjadi serta kerugian," sebut Guswadi. 

Tingginya intensitas hujan juga menyebabkan longsor di pemangku Simpang Dua, Pekon Mutar Alam, Kecamatan Way Tenong terus bertambah. 

Dua rumah di pekon tersebut telah berada di bibir longsor. Bahkan pondasi sudah menggantung. 

Terkait hal ini, aparat pekon bersama warga swadaya gotong-royong menangani longsor di Pemangku Simpang Dua tersebut.

BACA JUGA: Sempat Hilang, Siswi MAN 1 Pesisir Barat yang Dikeluarkan Dari Sekolah Ditemukan, Begini Kondisinya

Gotong-royong mengunakan dana tanggap bencana pekon untuk menyelamatkan dua rumah yang saat ini sudah berada di bibir longsor. 

Juru Tulis Febi Herpindo mewakili Peratin Sutro Hamid mengatakan, penanganan longsor dengan gotong-royong tersebut karena saat ini dua rumah kian menghawatirkan dan dikosongkan.

"Longsor kembali menggerus lokasi. Ini dampak intensitas hujan yang tinggi akhir-akhir ini. Jika terus seperti ini, dua rumah akan terseret dan mendekati rumah lainnya," tegas Febi Herpindo. 

Pihak pekon dan warga berupaya membentengi longsor dengan mengunakan karung diisi tanah.

BACA JUGA: Ada 7.345 Pelaku Usaha Lakukan Submit Pengajuan Sertifikasi Halal 

"Upaya ini kami lakukan karena tidak ada lagi cara lain. Dan ini tidak menjamin dengan besaran air hujan yang masuk lokasi," tegasnya.

Febi juga mengharapkan langkah dari pemerintah. Di mana, saat longsor menyeret satu rumah awal tahun lalu, pemkab sempat meninjau lokasi.  

"Lokasi longsoran ini pembuangan air dari jalan nasional dan pemukiman warga. Maka, ketika hujan lebat, aliran air sangat besar dan cepat menggerus longsor yang memang sudah terjadi sejak awal tahun," sebut dia. 

Diketahui, longsor di Pemangku Simpang Dua, Pekon Mutar Alam, Kecamatan Way Tenong, Lampung Barat kian mengancam pemukiman warga. 

BACA JUGA: Intip Momen Bang Napi Sulap Kayu Bekas Jadi Meja Biliar Klasik

Pemangku Simpang Dua Amsor Miadi mengatakan, intensitas hujan yang tinggi menyebabkan kawasan tersebut kembali longsor. 

Kategori :