Pandangan Agama Buddha tentang Munculnya Tanda-Tanda Kiamat

Minggu 11-06-2023,09:30 WIB
Reporter : Ajeng Monika Selis
Editor : Alam Islam

Dimana  waktu yang sangat lama di masa depan akan hancur diawali dengan tanda-tanda datangnya musim kemarau yang begitu panjang.

Musim kemarau ini akan datang lama sekali dan tidak ada hujan sama sekali berselang waktu yang cukup lama.

BACA JUGA:Ladang Harta Karun di Pulau Jawa, Ternyata Ini Wilayah di Jawa Timur yang Memiliki Kandungan Emas

Bahkan selang waktunya bisa sampai miliaran tahun berlangsung tanpa hujan.

Dan hal itu terjadi sangat panjang sekali, lalu barulah kemudian muncul matahari.

Kedua cahaya sesuai dengan waktu yang cukup lama, yang panjangnya bisa milyaran tahun.

Selanjutnya jutaan tahun kemudian akan muncul matahari ketiga dan seterusnya sampai matahari ketujuh.

BACA JUGA:Siap Berburu Harta Karun? Ini Daftar Sungai yang Mengandung Emas di Indonesia

Dalam hal tersebut, fenomena munculnya matahari kesatu, kedua, ketiga ,dan keempat sampai dengan ketujuh.

Ini juga memiliki rentang waktu yang sangat lama sekali, bukan hanya hitungan hari tapi bisa hitungan jutaan tahun.

Jadi ketika bumi kita ini disinari oleh tujuh matahari yang diceritakan dalam Sata Surya Soetta.

Tentang  Bumi kita ini akan hancur akan terbakar habis akan lenyap yaitu yang dikatakan kiamat dalam pandangan agama Buddha.

BACA JUGA:Mengenal Wisata Alam Gua Rangko di Labuan Bajo Nusa Tenggara Timur

Di dalam Ananda Wakaf Utara Nikaya, Sang Buddha juga menjelaskan bahwa sebenarnya di alam semesta ini terdapat banyak ribuan matahari.

Kemunculan 7 matahari tersebut bukan berarti muncul secara tiba-tiba tetapi karena proses rotasi sistem tata surya yang sudah tidak sesuai.

Kemudian memungkinkan dari beberapa matahari bertemu dan kemudian menyinari Bumi ini. 

Kategori :