RADARLAMPUNG.CO.ID - Ketua DPRD Lampung, Ahmad Giri Akbar, menegaskan dukungan pihaknya terhadap penguatan hilirisasi kakao berbasis agroforestry.
Program tersebut dinilai strategis untuk meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Menurut Giri, pengembangan kakao dengan pendekatan agroforestry sejalan dengan arah kebijakan pembangunan daerah.
Kebijakan tersebut menekankan peningkatan nilai tambah komoditas unggulan berbasis potensi lokal dan prinsip pembangunan berkelanjutan.
“Kami ingin petani tidak hanya menjual hasil panen mentah, tetapi memperoleh nilai tambah melalui hilirisasi,” ujar Giri.
Ia menilai pola agroforestry mampu menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat secara bersamaan.
Giri menekankan kolaborasi antara pemerintah daerah, sektor swasta, dan mitra pembangunan menjadi faktor penting keberhasilan program.
Ia menyebut keterlibatan swasta dan mitra internasional dibutuhkan untuk memperkuat akses pasar, pendampingan, dan pembiayaan petani.
“Jika hanya mengandalkan pemerintah, tentu tidak cukup untuk menjamin keberhasilan program,” katanya.
Program hilirisasi kakao berbasis agroforestry ini direncanakan mencakup pengembangan lahan sekitar 35.000 hektare.
Program tersebut melibatkan sekitar 18.000 petani.
Lokasi program berada di Kabupaten Pesawaran, Lampung Timur, Lampung Tengah, dan Tanggamus.