3. Masukkan gambar karakter tersebut ke bagian Character Reference, bukan ke Image Prompt biasa, agar Midjourney memprioritaskan konsistensi karakter.
4. Tulis deskripsi adegan baru secara jelas, misalnya karakter yang sama sedang belajar, bekerja, atau mempromosikan produk, tanpa perlu mengulang detail wajah dari awal.
5. Jika hasilnya terlalu kaku atau justru kurang mirip, sesuaikan pengaturan Character Weight untuk mengatur seberapa kuat Midjourney mengikuti karakter referensi tersebut.
6. Lakukan generate ulang dengan adegan berbeda menggunakan referensi yang sama untuk memastikan karakter tetap konsisten di setiap gambar.
BACA JUGA:Chatbot Qwen AI Milik Alibaba Jadi Pesaing ChatGPT, Tembus 10 Juta Unduhan Dalam 1 Minggu
Midjourney menekankan bahwa Character Reference bekerja paling baik jika dikombinasikan dengan prompt teks yang jelas, karena gambar referensi berfungsi menjaga karakter.
Sementara teks menentukan suasana dan aktivitas di dalam gambar.
Dengan memahami alur ini, pemula tidak perlu lagi menebak-nebak kenapa karakter berubah setiap kali membuat gambar baru.
Lewat hack Character Reference, Midjourney dapat menghasilkan gambar yang menarik.
BACA JUGA:Rumah Dinas Hakim Pengadilan Negeri Tanjungkarang Disatroni Maling, Satu Motor Raib
Tidak hanya itu, AI tersebut juga dapat membantu pengguna membangun visual yang konsisten dan mudah dikenali, sesuatu yang sebelumnya hanya bisa dilakukan oleh desainer berpengalaman.
*)Peserta Magang Kemnaker Batch 1