Diskes Bandarlampung Bongkar “Gunung Es” HIV, Capaian Screening Lampaui Target

Selasa 24-02-2026,17:10 WIB
Reporter : Indri Septia Paradila*
Editor : Ari Suryanto

Karena itu, Diskes terus memperkuat layanan pengobatan di fasilitas kesehatan tingkat pertama.

Saat ini, sebanyak 31 puskesmas di Bandarlampung telah menyediakan layanan Perawatan, Dukungan, dan Pengobatan (PDP).

Strategi Fast Track 95-95-95 juga diterapkan untuk memastikan sebagian besar Orang dengan HIV (ODHIV) terdiagnosis, mendapatkan terapi Antiretroviral (ARV), serta mencapai supresi virus.

“Pasien yang disiplin menjalani terapi dapat menekan jumlah virus hingga tidak terdeteksi," kata Muhtadi.

BACA JUGA:Dinkes Bandar Lampung Intensif Pantau Kesehatan Siswa Pasca-Insiden Menu MBG di Kemiling

"Dalam kondisi tersebut, kualitas hidup tetap baik dan risiko penularan sangat rendah,” sambung Muhtadi.

Upaya pencegahan turut diperkuat melalui program Triple Eliminasi bagi ibu hamil.

Pemeriksaan HIV, sifilis, dan hepatitis diberikan secara gratis guna mencegah penularan dari ibu ke bayi.

Selain itu, Diskes menggandeng lintas sektor seperti Dinas Pariwisata, Dinas Sosial, aparat keamanan, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga komunitas Indonesia AIDS Coalition (IAC) untuk memperluas edukasi dan penjangkauan.

BACA JUGA:Karyawan Swasta di Bandar Lampung Jadi Korban Rampok, Uang Rp 436 Juta Raib Didalam Mobil

Penjangkauan juga dilakukan di lokasi khusus seperti tempat hiburan malam.

Pemkot Bandar Lampung memastikan kerahasiaan identitas pasien dijaga secara ketat.

Diskes juga mengingatkan masyarakat agar tidak termakan hoaks.

HIV tidak menular melalui sentuhan, pelukan, berbagi alat makan, percakapan, maupun penggunaan fasilitas umum.

BACA JUGA:Ngabuburit di Pasar Jatimulyo, Mirza Cek URC Drainase Sambil Borong Sayuran

Penularan hanya terjadi melalui kontak darah, hubungan seksual tidak aman, serta dari ibu positif kepada bayi yang dikandungnya.

Kategori :