Cara pertama adalah meluruskan niat dan tujuan ibadah. Niat di sini berarti menentukan mau dibawa ke arah mana dan untuk tujuan apa ibadah kita sebenarnya.
2. Memaknai dari kalimat syahadat
Syahadat adalah sebuah ikrar keimanan dan ketakwaan seorang hamba kepada Allah Swt.
Jika kita memahami dan memaknai kalimat syahadat, maka tidak ada lagi keraguan dan bahkan dapat meningkatkan kadar istikamah untuk menjalankan ibadah kepada Allah Swt.
BACA JUGA:Dalil Hadis Puasa Sebagai Perisai, UAH Tegaskan Jangan Berkata Kotor dan Jangan Mudah Bertikai
3. Memahami ayat-ayat Al-Qur’an
Cara ketiga adalah dengan membaca Al-Qur’an dan memaknai tiap ayat-ayatnya. Dengan memahami ayat-ayat di dalamnya, Al-Qur’an dapat menjadi panduan utama seorang muslim hidup.
Hal tersebut telah disampaikan Allah Swt. dalam surat An-Nahl ayat 102 berikut
”Katakanlah, “Rohulkudus (Jibril) menurunkan Al-Qur'an itu dari Tuhanmu dengan kebenaran, untuk meneguhkan (hati) orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang yang berserah diri (kepada Allah).”
BACA JUGA:Dalil Hadis Pahala Baca Al-Quran di Ramadan, UAH Ungkap Pahala Tilawah Al-Quran Bisa Dilipatgandakan
4. Berkumpul dengan orang-orang saleh
Berteman atau berkumpul adalah jalan penting yang bisa mempengaruhi keadaan seseorang. Jika benar lingkungannya maka akan ada banyak ilmu, hikmah, dan manfaat yang bisa dipetik.
Namun, jika salah cara dan lingkaran pertemanannya, maka percikan kesalahan itu juga akan menimpanya.
Buya Yahya juga menekankan pentingnya untuk tidak terburu-buru dalam beribadah.
BACA JUGA:Dalil Hadis Setan Dibelenggu Saat Ramadhan, UAH Ungkap Makna Kiasannya Menurut Ulama
“Jangan merasa harus melakukan banyak sekaligus, namun kemudian lelah dan berhenti. Lebih baik memulai dengan amalan yang kecil tetapi konsisten” nasihat Buya Yahya