RADARLAMPUNG.CO.ID - Harga logam mulia kembali jadi sorotan di awal April 2026. Kenaikan tajam harga emas hari ini langsung diikuti lonjakan perak Antam, mempertegas tren penguatan pasar yang masih berlangsung.
Berdasarkan pembaruan dari PT Aneka Tambang Tbk melalui laman Logam Mulia, harga emas Antam naik signifikan sebesar Rp75.000 per gram, kini berada di level Rp2,902 juta per gram. Sementara itu, harga perak Antam ikut terkerek naik Rp3.000 menjadi Rp47.550 per gram.
Update Harga Emas & Perak Hari Ini
Emas Antam: Rp2,902 juta/gram (naik Rp75.000)
Perak Antam: Rp47.550/gram (naik Rp3.000)
BACA JUGA:SPT Tahunan 2026 Diperpanjang hingga April, Wajib Pajak Tak Perlu Khawatir Denda
Kenaikan ini menjadi sinyal kuat bahwa minat investor terhadap aset safe haven masih tinggi, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Lonjakan harga emas biasanya dipicu oleh beberapa faktor utama:
- Ketidakpastian ekonomi global
- Fluktuasi nilai tukar dolar AS
- Tekanan inflasi
- Permintaan tinggi sebagai aset lindung nilai (safe haven)
Karena perak memiliki korelasi kuat dengan emas, pergerakannya sering ikut terdorong saat harga emas menguat.
BACA JUGA:Harga Emas Turun Tajam 2026, Penyebab Utama dan Prospek Jangka Panjang
Di tengah harga emas yang makin mahal, perak mulai dilirik sebagai opsi investasi yang lebih terjangkau. Meski nilainya lebih rendah, perak tetap memiliki potensi kenaikan karena:
- Digunakan dalam industri (elektronik, energi)
- Mengikuti tren harga emas
- Modal awal lebih ringan untuk investor pemula
Harga emas saat ini memang masih di bawah rekor tertinggi sebelumnya (sekitar Rp3,168 juta per gram), namun posisinya tetap dekat level puncak. Artinya, pasar masih dalam fase kuat dan berpotensi bergerak fluktuatif ke depan.
Kenaikan harga emas hari ini bukan sekadar angka, tapi sinyal bahwa pasar logam mulia masih “panas”.
BACA JUGA:Momentum Earth Hour, BRI Dorong Keberlanjutan dengan Aksi Nyata di Lingkungan Kerja
Perak Antam yang ikut melonjak memperlihatkan peluang diversifikasi investasi yang semakin terbuka, terutama bagi investor ritel yang ingin masuk tanpa modal besar.