RADARLAMPUNG.CO.ID – Selama ini, ponsel lipat diposisikan sebagai solusi untuk menghadirkan layar besar dalam bodi yang tetap ringkas. Namun di balik konsep tersebut, ada satu persoalan yang belum sepenuhnya teratasi, yaitu daya tahan baterai.
Dalam konteks ini, Apple dikabarkan tengah menyiapkan pendekatan yang berbeda melalui perangkat foldable pertamanya yang sering dirumorkan sebagai iPhone Ultra.
Perusahaan tidak hanya disebut ingin masuk ke pasar, tetapi juga menargetkan kelemahan paling mendasar dari kategori ini.
Saat ini, lini Samsung Galaxy Z Fold dari Samsung masih menjadi acuan utama di segmen ponsel lipat. Samsung dinilai berhasil menyempurnakan desain, kualitas layar, serta mekanisme engsel dari generasi ke generasi. Meski demikian, keterbatasan ruang internal membuat kapasitas baterai masih menjadi titik kompromi.
BACA JUGA:Realme Narzo 100 Lite 5G Rilis 14 April, Smartphone Baterai 7000mAh dan Layar 144Hz Jadi Andalan
Berdasarkan bocoran yang beredar, iPhone Ultra disebut akan dibekali baterai berkapasitas sekitar 5.800 mAh. Angka ini lebih tinggi dibandingkan perangkat foldable Samsung yang dirumorkan berada di kisaran 5.000 mAh, seperti Galaxy Z Fold 8 dan Galaxy Z TriFold.
Perbedaan tersebut tidak hanya penting dari sisi spesifikasi, tetapi juga mencerminkan arah strategi. Apple dinilai tidak berfokus untuk menjadi yang paling tipis atau paling futuristik, melainkan menghadirkan perangkat yang lebih optimal untuk penggunaan sehari-hari.
Menariknya, peningkatan kapasitas baterai ini disebut tidak diikuti dengan pertambahan ketebalan yang signifikan. iPhone Ultra dirumorkan memiliki ketebalan sekitar 9,5 mm saat dilipat dan 4,5 mm saat dibuka. Hal ini menunjukkan upaya Apple dalam mengoptimalkan tata letak komponen internal agar tetap efisien.
Selain itu, Apple juga dikabarkan menargetkan lipatan layar yang sangat minimal, yakni sekitar 0,15 mm. Pencapaian tersebut disebut dimungkinkan melalui penggunaan material engsel berbasis liquid metal serta struktur komponen yang diproduksi dengan teknik pencetakan tiga dimensi.
BACA JUGA:Samsung Galaxy S27 Pro Dikabarkan Jadi Model Baru Pada Lini Smartphone Flagship
Dalam hal ini, teknologi panel layar yang digunakan disebut masih melibatkan Samsung, yang menegaskan keterkaitan dalam rantai pasok industri.
Pasar ponsel lipat saat ini memang menunjukkan perkembangan yang pesat, namun belum sepenuhnya mencapai tingkat kematangan. Sejumlah kompromi masih harus diterima pengguna, terutama terkait daya tahan dan kenyamanan penggunaan jangka panjang.
Jika iPhone Ultra benar hadir dengan kombinasi baterai berkapasitas lebih besar, desain yang tetap tipis, serta lipatan layar yang lebih halus, maka Apple tidak hanya akan menjadi pemain baru di segmen ini.
Perusahaan berpotensi mendorong perubahan arah persaingan, dari sekadar inovasi desain menuju peningkatan pengalaman penggunaan secara menyeluruh dalam aktivitas harian.