Hadapi Era Persaingan Global, BRIN Ajak Mahasiswa Teknokrat Perkuat Budaya Riset

Jumat 12-06-2026,19:27 WIB
Reporter : Melida Rohlita
Editor : Melida Rohlita

RADARLAMPUNG.CO.ID– Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengajak mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia untuk memperkuat budaya riset dan inovasi guna menghadapi era persaingan global yang semakin kompetitif.

Ajakan tersebut disampaikan peneliti BRIN, Dr. Fajar Nurjaman, dalam talkshow bertajuk Generasi Muda sebagai Penggerak Inovasi Indonesia yang menjadi bagian dari rangkaian Teknokrat Innovation Expo 2026 di Universitas Teknokrat Indonesia, Kamis, 12 Juni 2026.

Dalam paparannya, Fajar menjelaskan bahwa kemajuan suatu bangsa tidak terlepas dari kemampuan sumber daya manusianya dalam menghasilkan inovasi. 

Menurutnya, berbagai penemuan besar yang mengubah peradaban lahir dari budaya riset yang kuat dan keberanian untuk menciptakan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Generasi muda memiliki peran strategis dalam menciptakan inovasi. Mahasiswa tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga harus mampu menghasilkan karya dan gagasan yang bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Fajar mengungkapkan, Indonesia saat ini tengah berada pada momentum bonus demografi yang diperkirakan berlangsung hingga tahun 2036. Kondisi tersebut menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya saing bangsa.

BACA JUGA:Mahasiswa Sistem Informasi Teknokrat Jalani Magang Berdampak di BSI KCP Antasari

Namun di sisi lain, bonus demografi juga dapat menjadi ancaman apabila tidak diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan ketersediaan lapangan kerja yang memadai.

“Jika dikelola dengan baik, bonus demografi dapat menjadi modal besar menuju Indonesia maju. Sebaliknya, jika kualitas SDM tidak dipersiapkan, maka akan muncul berbagai persoalan sosial dan ekonomi,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti masih rendahnya jumlah periset di Indonesia dibandingkan negara-negara maju. Saat ini Indonesia memiliki kurang dari 300 periset per satu juta penduduk.

 Jumlah tersebut masih jauh tertinggal dibandingkan Jepang yang memiliki sekitar 5.000 hingga 7.021 periset per satu juta penduduk maupun Korea Selatan yang mencapai lebih dari 4.000 periset per satu juta penduduk.

Karena itu, Fajar menilai perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menumbuhkan budaya penelitian sejak dini. Melalui berbagai kegiatan akademik, mahasiswa diharapkan terbiasa berpikir kritis, kreatif, dan mampu menghasilkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat.

BACA JUGA:Mahasiswi Teknokrat Masuk Jajaran Terbaik Duta Bahasa Lampung 2026

Menurutnya, inovasi tidak selalu harus berupa teknologi yang rumit. Berbagai solusi sederhana yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat juga merupakan bentuk inovasi yang memiliki nilai penting bagi pembangunan.

Dalam kesempatan tersebut, Fajar juga memperkenalkan berbagai kegiatan riset yang dilakukan BRIN, termasuk di Pusat Riset Teknologi Mineral BRIN yang berlokasi di Kawasan Sains Iskandar Zulkarnain, Tanjung Bintang, Lampung Selatan.

Kategori :