"Estimasi anggarannya sekitar Rp350 triliun, tetapi itu masih prediksi awal. Nanti kepastiannya setelah DED dan FS selesai," jelasnya.
Bambang menambahkan, Trans-Sumatra Railway tidak hanya dirancang untuk melayani angkutan penumpang, tetapi juga menjadi tulang punggung distribusi logistik di Pulau Sumatra.
Menurutnya, fungsi ganda tersebut diharapkan mampu menekan biaya distribusi barang, meningkatkan daya saing komoditas daerah, sekaligus memperkuat sektor pariwisata.
"Di Sumatra memang lebih difokuskan untuk logistik, tetapi angkutan penumpang juga berjalan bersamaan. Kalau nanti bisa tersambung dari Jawa ke Sumatra bahkan sampai Malaysia dan Singapura, tentu manfaat ekonominya akan jauh lebih besar, baik untuk logistik maupun pariwisata," pungkasnya.(*)