Founder dan CEO Assemblr EDU, Hasbi Asyadiq, menjelaskan bahwa melalui platform Assemblr EDU, peserta dapat menciptakan pengalaman digital interaktif tanpa memerlukan kemampuan pemrograman berbasis teks maupun perangkat keras khusus.
"Dengan visual coding, visualisasi tiga dimensi, dan Augmented Reality, kita mengajak generasi muda Indonesia untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi menjadi inovator," kata Hasbi.
Pelaksanaan kompetisi berlangsung dalam dua tahap, diawali babak kualifikasi nasional secara daring dan dilanjutkan dengan acara puncak secara luring.
Selama masa kompetisi, peserta mendapatkan sesi pendampingan berbasis teknologi Galaxy dari Samsung for Education, materi berbasis proyek dari Assemblr EDU, serta penguatan kebijakan dari Kemendikdasmen.
BACA JUGA:39 Jurnal Ilmiah UIN Raden Intan Lampung Resmi Terakreditasi SINTA
Berikut detail pendaftaran dan pelaksanaan ImajiNation 2026;
Pendaftaran tidak dipungut biaya dan dilakukan melalui platform Assemblr EDU.
Peserta dapat memilih satu dari tiga tema yang tersedia, yaitu Dream Quest, Eco Quest, atau Culture Quest.
Kompetisi langsung koding visual untuk jalur SMP yang mempertemukan empat tim finalis, serta perhelatan Education Expo.
Karya-karya terbaik akan dimasukkan ke dalam platform Rumah Pendidikan dan dijadikan konten pembelajaran pada Interactive Flat Panel (IFP) atau Papan Interaktif Digital (PID) di sekolah-sekolah.
Acara puncak ImajiNation 2026 dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026 secara luring dengan mempertemukan para finalis, guru, perwakilan pemerintah, media, serta mitra industri dari seluruh Indonesia. (*)