RADARLAMPUNG.CO.ID - Asosiasi Sepak Bola Kerajaan Belanda (KNVB) secara resmi mengumumkan penunjukan Xavi Hernandez sebagai pelatih kepala baru Tim Nasional Belanda.
Juru taktik berusia 46 tahun tersebut hadir untuk mengisi kursi kepelatihan yang ditinggalkan Ronald Koeman, setelah Koeman memutuskan mengundurkan diri akibat kegagalan Belanda melangkah jauh dan terhenti di babak 32 besar Piala Dunia 2026.
KNVB menunjukkan komitmen penuh terhadap proyek jangka panjang ini dengan mengikat mantan juru taktik Barcelona tersebut lewat kontrak berdurasi empat tahun.
Xavi dijadwalkan akan mengawal skuad De Oranje hingga gelaran Piala Dunia 2030 mendatang.
BACA JUGA:Nonton Bola Makin Seru Bersama Chandra Elektronik, Simak Promo Spesialnya
Penunjukan Xavi tidak hanya menjadi langkah berani KNVB, tetapi juga mengukir sejarah baru dalam perjalanan sepak bola negeri kincir angin.
Xavi tercatat sebagai pelatih asing pertama yang memimpin Timnas Belanda dalam kurun waktu 48 tahun terakhir.
Sosok pelatih luar Belanda terakhir yang memegang kendali De Oranje adalah legenda asal Austria, Ernst Happel, yang sukses membawa Belanda hingga ke final Piala Dunia 1978.
Langkah ini menunjukkan keterbukaan KNVB untuk keluar dari tradisi lokal demi mengembalikan kejayaan tim di panggung internasional.
BACA JUGA:Jemput Bola Program Perumahan di Lamsel, Bupati Egi Temui Menteri PKP Maruarar Sirait di Jakarta
Keputusan KNVB menjatuhkan pilihan kepada Xavi didasari oleh keselarasan filosofi bertanding.
Gaya permainan menyerang berbasis penguasaan bola (ball possession) yang diusung Xavi dianggap sangat identik dengan fondasi Total Football milik Belanda, yang dulu dikembangkan oleh legenda ternama seperti Johan Cruyff dan Louis van Gaal.
Xavi, yang tumbuh dan berkembang dalam sistem akademi Barcelona yang sangat dipengaruhi Cruyff, dinilai sebagai figur paling tepat untuk melanjutkan warisan taktis tersebut.
Dalam sesi perkenalannya, Xavi menegaskan komitmen permainannya untuk tetap mengincar hasil maksimal tanpa mengorbankan identitas permainan cantik:
BACA JUGA:Teknokrat Bersama PSSI Lampung Gelar Pelatihan Wasit Sepak Bola Lisensi C3
"Tentu saja, tujuan terpenting adalah untuk menang, tetapi saya lebih suka melakukannya dengan cara yang mencerminkan karakteristik attack dan ball possession," tegas Xavi.
Tugas berat kini telah menanti Xavi, selain harus merombak mentalitas tim pasca-kegagalan di Piala Dunia 2026, ia juga dituntut untuk memadukan kedalaman skuad muda Belanda dengan sistem possession football miliknya.
Publik sepak bola dunia kini menantikan apakah sentuhan khas Spanyol ala Xavi mampu memutus dahaga gelar major bagi De Oranje di masa depan.