Setelah Perbaikan Jalan, So What Next?

Selasa 01-09-2026,17:31 WIB
Reporter : Anggi Rhaisa
Editor : Anggi Rhaisa

Kedua, kondisi bawah laut Lampung masih alami dengan ekosistem terumbu karang yang eksotis, seperti Taman Nemo di Pahawang dan pesona Pulau Tegal Mas. 

Ketiga, terdapat fenomena alam unik berupa atraksi lumba-lumba di Teluk Kiluan, gugusan Pasir Timbul, hingga pemandangan Pulau Wayang. 

Keunggulan ini makin sempurna karena jarak tempuh dari pusat kota Bandar Lampung relatif dekat, hanya memakan waktu sekitar 30 menit.

BACA JUGA:Gubernur Mirza Sentil Festival Krakatau Jangan Hanya Hitung Wisatawan Tapi Dampak Ekonomi

Selama ini pengelolaan wisata bahari terkendala oleh ego sektoral daerah yang hanya mengejar Pendapatan Asli Daerah (PAD) tanpa diimbangi upaya pengembangan kawasan secara terintegrasi. 

Masalah utamanya adalah infrastruktur jalan yang sempit dan rusak.

Namun, pada 2026 ini Pemprov Lampung melangkah maju melalui perbaikan dan pelebaran jalan rigid (cor beton) menuju kawasan pesisir Mutun hingga Pesawaran. 

Jalan baru ini diperkirakan mampu menampung 4 hingga 5 lajur kendaraan roda empat.

BACA JUGA:Tingkatkan Wisatawan, Tourism Malaysia Manfaatkan Direct Flight Perkuat Konektivitas dengan Lampung

Pembangunan infrastruktur fisik ini harus diimbangi dengan kesiapan ekosistem wisata. 

Ada beberapa langkah strategis yang harus berjalan simultan;

Sosialisasi Sadar Wisata bagi Masyarakat Pesisir

Kesadaran wisata memerlukan pendampingan berkelanjutan. 

Masyarakat perlu memahami manfaat ekonomi pariwisata agar terdorong menjaga lingkungan secara mandiri. 

BACA JUGA:Tingkatkan Wisatawan, Tourism Malaysia Manfaatkan Direct Flight Perkuat Konektivitas dengan Lampung

Kesadaran ini mencakup pembenahan sanitasi rumah tangga, penyediaan air bersih, standarisasi toilet umum dan tempat ibadah, keramahan terhadap pendatang, peningkatan kemampuan bahasa Inggris dasar, hingga penyiapan hunian masyarakat menjadi homestay yang bersih dan aman.

Kategori :