RADARLAMPUNG.CO.ID– Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mendorong dunia pendidikan untuk ikut beradaptasi. Hal tersebut menjadi salah satu materi yang dibahas dalam Workshop Peningkatan Kinerja Guru di SMK Bina Latih Karya (BLK) Bandar Lampung, Selasa, 1 September 2026.
Dalam kegiatan tersebut, dosen Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FTIK) Universitas Teknokrat Indonesia, Ridwan Mahenra, S.Kom., M.C.S.(AI), hadir sebagai narasumber. Ia memberikan materi mengenai coding dan pemanfaatan AI kepada para guru.
Workshop ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan tenaga pendidik dalam mengikuti perkembangan teknologi yang semakin banyak digunakan dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan.
Ridwan yang juga terlibat dalam AI Center of Excellence (CoE AI) Universitas Teknokrat Indonesia, memberikan pengenalan mengenai dasar-dasar coding serta penggunaan AI yang dapat diterapkan dalam kegiatan pembelajaran.
Pendekatan yang diberikan diarahkan agar teknologi tidak hanya dipahami secara teori, tetapi dapat dimanfaatkan guru untuk menunjang proses belajar mengajar, khususnya di lingkungan pendidikan vokasi.
Kepala SMK Bina Latih Karya Bandar Lampung, Riyanto, S.Pd., M.M., mengatakan pihaknya menyambut baik kerja sama dengan Universitas Teknokrat Indonesia tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi Universitas Teknokrat Indonesia. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut demi mendukung transformasi digital di lingkungan pendidikan vokasi, khususnya bagi guru SMK kami,” kata Riyanto.
Sementara itu, Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, SE., MM., mengatakan keterlibatan perguruan tinggi dalam peningkatan kapasitas guru merupakan bagian dari kontribusi pendidikan tinggi kepada masyarakat.
Menurutnya, perkembangan teknologi harus diikuti dengan peningkatan kemampuan sumber daya manusia, termasuk para pendidik yang menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi muda.
“Sebagai kampus berdampak, Universitas Teknokrat Indonesia memiliki tanggung jawab untuk berbagi ilmu dan keahlian kepada masyarakat. Melalui workshop ini kami berharap para guru SMK mampu menjadi agen perubahan yang membawa teknologi coding dan AI ke ruang kelas,” ujarnya.
BACA JUGA:Laka Lantas, Dua Orang Terjepit Mobil Usai Tabrak Truk Hingga Evakuasi Libatkan Basarnas
Mahathir menilai pemahaman terhadap teknologi menjadi semakin penting bagi pendidikan vokasi karena lulusan SMK nantinya akan berhadapan langsung dengan kebutuhan dunia kerja yang terus mengalami perubahan.
“Dengan begitu, siswa vokasi Lampung ke depan akan lahir dari guru-guru yang memahami perkembangan teknologi dan siap menghadapi tantangan industri 4.0,” lanjutnya.
Ia menambahkan, pengiriman dosen dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat menjadi salah satu bentuk keterlibatan Universitas Teknokrat Indonesia dalam penguatan kapasitas sumber daya manusia di Lampung.
BACA JUGA:Pendaftaran Pilrek Unila Makin Seru, Prof Hamzah Pastikan Maju dan Lengkapi 5 Bakal Calon Rektor