Saat Notifikasi Menjaga Napas

Senin 07-09-2026,15:18 WIB
Reporter : Melida Rohlita
Editor : Widisandika Budiman

Karena itu, imbauan untuk menyaring informasi menjadi bagian dari pesan tersebut. Masyarakat diarahkan untuk tidak hanya mengetahui adanya bahaya, tetapi juga memastikan informasi yang dijadikan dasar keputusan berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

Bagi Aidila, semua itu kemudian bermuara pada tiga anak yang ada di rumahnya.

Pada Senin, 7 September, ketiganya seharusnya menjalani hari pertama sekolah. Namun mereka tidak berangkat ke MIN 5 Bandar Lampung.

Surat edaran sekolah baru disampaikan guru pada Senin pagi. Pembelajaran akhirnya dilakukan dari rumah melalui Zoom.

Aleefah mengikuti kelas daring meski dalam kondisi sedikit demam. Ketiganya tetap belajar, hanya saja ruang kelas berpindah dari gedung sekolah ke rumah.

BACA JUGA:Anomali Iklim dan Ancaman Karhutla di Lampung: Ratusan Titik Panas Mengepung di Tengah Bayang-Bayang El Nino?

Perubahan itu terlihat sederhana. Namun jika ditarik mundur, ada rangkaian informasi yang mendahuluinya: kabar mengenai abu vulkanik, keputusan seorang ibu membatasi aktivitas anak, pesan peringatan dari pemerintah melalui perangkat digital, kemudian pemberitahuan sekolah yang diterima pada pagi harinya.

Bagi sebuah keluarga, informasi akhirnya tidak berhenti sebagai teks di layar. Informasi diterjemahkan menjadi tindakan.

Di rumah Aidila, tindakan itu berarti tiga anak tidak bermain di luar, tetap berada di dalam rumah dan mengikuti pembelajaran melalui layar. 

Bagi keluarga lain, keputusan yang diambil tentu dapat berbeda sesuai lokasi dan kondisi masing-masing. Namun prinsipnya sama yakni informasi yang cepat, jelas dan berasal dari sumber resmi dibutuhkan agar masyarakat dapat menentukan langkah ketika situasi berubah.

BACA JUGA:Hadirkan Inovasi Tani Cerdas, Dosen Sains Data Kampus Unggul IIB Darmajaya Raih Juara Nasional

Komunikasi kebencanaan pun tidak hanya berbicara mengenai seberapa cepat pesan dikirim. Pesan harus sampai kepada orang yang membutuhkan, berisi tindakan yang dapat dipahami, dan membantu masyarakat memilah informasi di tengah derasnya kabar.

Di rumah kecil itu, fungsi tersebut terlihat dalam bentuk yang sangat personal. Sebuah notifikasi bertemu dengan naluri seorang ibu untuk menjaga anak-anaknya.

Tiga anak yang biasanya bersiap menuju sekolah justru duduk di depan layar. Mereka tetap belajar, tetapi tidak perlu meninggalkan rumah.

Aidila berharap kondisi segera kembali normal sehingga ketiga anaknya dapat beraktivitas seperti biasa.

“Semoga kondisi ini segera berlalu agar anak-anak bisa beraktivitas seperti biasanya,” harap Aidila.

Kategori :