Cermin dari Perguruan Tinggi Lain
Dalam pandangannya, pengalaman dari berbagai kampus nasional maupun internasional menunjukkan bahwa kepemimpinan universitas yang sukses dapat lahir dari latar belakang akademik yang beragam.
Di tingkat nasional, terdapat beberapa contoh rektor yang saat terpilih belum berstatus profesor namun terbukti mampu memimpin kampus dengan baik. Di antaranya Dr. Alim Setiawan S. Selamet (PAW Rektor IPB University 2025–2028), Dr. Indra Cahyadinata (Rektor Universitas Bengkulu 2025–2029), Dr. Joseph Philip Kambey (Rektor UNIMA 2025–2029), serta Dr. Ismet Ruchimat (Rektor ISBI Bandung 2026–2030).
Bahkan di kancah internasional, Purdue University di AS pernah dipimpin oleh Mitchell E. "Mitch" Daniels Jr. (2013–2022) yang bukan bergelar profesor maupun Ph.D, melainkan berlatar belakang hukum (J.D.) dan manajemen pemerintahan.
BACA JUGA:Tim PkM Dosen FEB Unila Latih UMKM Desa Purworejo Pesawaran Go Global Lewat Qris
Di bawah kepemimpinannya, sambung Prof Yulianto, bahwa Purdue mencatatkan berbagai gebrakan strategis seperti efisiensi biaya kuliah hingga ekspansi kemitraan industri.
Pentingnya Leadership Legacy
Prof Yulianto juga mengingatkan bahwa ukuran sejati kepemimpinan seorang rektor terletak pada legacy atau warisan institusional yang ditinggalkan setelah masa jabatan usai.
"Ukuran kepemimpinan tidak berhenti pada apa yang terjadi selama seseorang memegang jabatan. Ukuran yang lebih mendalam terletak pada apa yang tersisa setelah jabatan itu berakhir apakah sistemnya menjadi lebih kuat, SDM-nya berkembang, dan tata kelolanya semakin baik untuk generasi berikutnya," pungkasnya.