"Yang perlu diperhatikan masyarakat adalah tetap mengikuti arahan dan informasi resmi dari pihak berwenang," kata Aswarodi.
BPBD Lampung juga meminta masyarakat tidak mengambil kesimpulan berdasarkan informasi yang beredar di media sosial apabila tidak berasal dari sumber resmi.
Terlebih, perubahan aktivitas gunung api dapat menjadi perhatian masyarakat karena kondisi Gunung Anak Krakatau terus dipantau.
Aswarodi mengatakan BPBD Lampung akan terus mengikuti perkembangan aktivitas GAK berdasarkan data resmi PVMBG.
BACA JUGA:Menghubungkan Nusantara via Digital: Transformasi Ferizy dan Peran Strategis ASDP
Pemantauan tersebut dilakukan untuk memastikan informasi yang diterima masyarakat tetap sesuai dengan kondisi terkini di lapangan.
"Kami mengimbau masyarakat tidak mudah terpengaruh isu atau hoaks. Tetap meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti informasi resmi dari BPBD, BMKG maupun PVMBG," tegasnya.
BPBD Lampung juga akan memperbarui informasi perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dalam 1x24 jam berdasarkan data resmi PVMBG melalui kanal resmi Instagram BPBD Provinsi Lampung.
Dengan status yang kini berada pada Level II Waspada, masyarakat diminta tetap tenang namun tidak lengah. Penurunan aktivitas menjadi sinyal positif dari sisi pemantauan, tetapi batas aman dua kilometer dari pusat aktivitas GAK masih harus dipatuhi.(*)