"Kolaborasi kampus Universitas Teknokrat Indonesia dengan UTHM Malaysia dalam International Community Service di SMKN 2 Bandar Lampung ini adalah wujud nyata dari kampus berdampak. Kami ingin dosen dan mahasiswa kami tidak hanya unggul di akademik, tetapi juga memberikan solusi nyata bagi masyarakat, khususnya generasi vokasi," ujar Mahathir.
Dia melanjutkan, isu pengelolaan air tanah dan K3L merupakan persoalan yang perlu dikenalkan kepada generasi muda sejak dini.
"Isu pengelolaan air tanah dan K3L adalah isu global yang harus ditanamkan sejak dini. Ini adalah bukti bahwa kampus Teknokrat mampu bersinergi di level ASEAN untuk pendidikan," katanya.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.
Selain memberikan pembelajaran kepada siswa, kegiatan juga dikaitkan dengan sejumlah target Sustainable Development Goals (SDGs), yakni SDG 4 tentang pendidikan berkualitas, SDG 6 mengenai air bersih dan sanitasi layak, SDG 8 terkait pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta SDG 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan.
Kolaborasi Universitas Teknokrat Indonesia, UTHM Malaysia, dan SMKN 2 Bandar Lampung tersebut diharapkan dapat menjadi ruang pertukaran pengetahuan sekaligus memperluas manfaat kerja sama pendidikan lintas negara.(*)