Harga Hasil Pertanian Naik, Daya Tukar Petani Lampung Menguat

Minggu 04-10-2026,18:29 WIB
Reporter : Prima Imansyah Permana
Editor : Ari Suryanto

Secara tahunan, NTP Lampung juga menunjukkan tren positif. Pada September 2026, NTP meningkat 7,84 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dari 127,62 menjadi 137,63. 

Peningkatan terbesar terjadi pada subsektor tanaman pangan yang tumbuh 13,71 persen, disusul hortikultura 6,90 persen dan perkebunan rakyat 5,14 persen.

Selain NTP, Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Lampung juga mengalami peningkatan sebesar 2,24 persen, dari 139,68 pada Agustus menjadi 142,81 pada September 2026.

NTUP merupakan indikator yang membandingkan harga yang diterima petani dengan biaya produksi dan penambahan barang modal. Kenaikan ini didorong meningkatnya indeks harga yang diterima petani sebesar 2,25 persen, sementara indeks biaya produksi dan penambahan barang modal relatif tidak berubah.

BACA JUGA:Ramalan Zodiak Keuangan Akhir Pekan (3–4 Oktober 2026): Venus Retrograde Bawa Pesan Evaluasi, Siapa yang Hoki?

Meski daya tukar petani membaik, BPS juga mencatat adanya kenaikan indeks konsumsi rumah tangga (IKRT) sebesar 0,21 persen. Kenaikan tersebut terutama dipengaruhi kelompok transportasi sebesar 0,33 persen, disusul makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,25 persen.

Kondisi ini menunjukkan bahwa peningkatan pendapatan relatif petani masih perlu diimbangi dengan pengendalian biaya kebutuhan rumah tangga dan keberlanjutan produksi, terutama bagi subsektor yang masih mengalami tekanan akibat perubahan musim.(*)

Kategori :