Diskes Bandarlampung Bongkar “Gunung Es” HIV, Capaian Screening Lampaui Target
Kepala Dinas Kesehatan, Muhtadi A Temenggung saat menjelaskan terkait screening HIV di Bandar lampung. Foto.Dinkes bandar lampung-foto: dinkes bandar lampung-
RADARLAMPUNG.CO.ID - Kenaikan angka temuan HIV di Kota Bandar Lampung belakangan ini ditegaskan bukan sebagai kondisi darurat kesehatan.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung melalui Dinas Kesehatan (Diskes) setempat justru menilai hal tersebut sebagai hasil strategi deteksi dini yang kini dijalankan lebih masif.
Pendekatan jemput bola dilakukan dengan menyasar langsung kelompok berisiko di berbagai titik.
Upaya ini membuahkan hasil dengan capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) penapisan HIV melampaui target hingga lebih dari 119 persen.
BACA JUGA:Dinkes Bandar Lampung Intensif Pantau Kesehatan Siswa Pasca-Insiden Menu MBG di Kemiling
Kepala Dinas Kesehatan Bandar Lampung Muhtadi A. Temenggung menyebut, angka tersebut menunjukkan sistem pelacakan berjalan efektif.
“Ini bagian dari upaya membuka kasus yang sebelumnya tidak terdeteksi. Jadi masyarakat tidak perlu panik," ujarnya.
"Justru semakin banyak yang teridentifikasi, semakin besar peluang kita memutus rantai penularan,” sambungnya.
Skrining difokuskan pada delapan kelompok indikator SPM, yakni ibu hamil, penderita TBC, penderita Infeksi Menular Seksual (IMS), Wanita Pekerja Seksual (WPS), Lelaki Seks Lelaki (LSL), waria, Pengguna Narkoba Suntik (Penasun), serta Warga Binaan Pemasyarakatan.
BACA JUGA:8 Ribu Peserta BPJS PBI APBN di Lampung Dinonaktifkan, Dinkes Siapkan Skema Reaktivasi
Dari hasil penjangkauan aktif tersebut, tercatat 227 kasus reaktif pada kelompok LSL.
Menanggapi hal itu, dr. Liskha menjelaskan bahwa temuan tersebut merupakan konsekuensi dari perluasan akses layanan kesehatan.
“Ketika skrining diperluas, angka temuan memang terlihat meningkat. Namun itu artinya orang-orang yang membutuhkan pengobatan kini sudah masuk dalam sistem layanan,” jelasnya.
Ia menambahkan, penanganan cepat menjadi kunci agar virus tidak terus menyebar.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
