Tahun 2026 KAI Divre IV Tanjungkarang Angkut 13,87 Juta Ton Barang, Batu Bara Masih Mendominasi

Tahun 2026 KAI Divre IV Tanjungkarang Angkut 13,87 Juta Ton Barang, Batu Bara Masih Mendominasi

Kereta Babaranjang pengangkut Batu Bara.-Foto ist-

RADARLAMPUNG.CO.IDAngkutan batu bara masih mendominasi layanan logistik PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional IV Tanjungkarang sepanjang Semester I 2026.

Dari total 13,87 juta ton barang yang diangkut selama Januari-Juni 2026, sekitar 98,59 persen merupakan komoditas batu bara, sedangkan sisanya terdiri dari semen zak, bahan bakar minyak (BBM), dan semen curah.

Berdasarkan data KAI Divre IV Tanjungkarang, volume angkutan batu bara mencapai 13.675.675,859 ton. Selain itu, perusahaan juga mengangkut 102.880 ton semen zak, 66.150,439 ton BBM, serta 26.520,140 ton semen curah.

Manager Humas PT KAI (Persero) Divre IV Tanjungkarang, Azhar Zaki Assjari, mengatakan layanan angkutan barang menjadi salah satu sektor usaha yang berperan dalam mendukung distribusi berbagai komoditas strategis.

Menurutnya, kereta api memiliki sejumlah keunggulan sebagai moda angkutan logistik, mulai dari kapasitas angkut yang besar, ketepatan waktu, hingga efisiensi biaya operasional.

"Melalui layanan angkutan barang, KAI terus mendukung kelancaran distribusi berbagai komoditas penting yang dibutuhkan masyarakat maupun sektor industri," katanya, Rabu, 8 Juli 2026.

BACA JUGA:Ini Rekomendasi Tablet Premium Terbaru 2026 Bertenaga AI dan Layar OLED

Dirinya menjelaskan, tingginya volume angkutan batu bara menunjukkan kebutuhan distribusi energi yang masih besar. 

"Sementara angkutan semen dan BBM menjadi bagian dari distribusi untuk mendukung pembangunan infrastruktur serta pemenuhan kebutuhan energi di berbagai daerah,"ungkapnya.

Untuk menjaga kelancaran operasional, KAI Divre IV Tanjungkarang terus melakukan perawatan sarana dan prasarana perkeretaapian, meningkatkan pengawasan perjalanan kereta barang, serta memastikan kesiapan sumber daya manusia agar layanan tetap berjalan aman dan tepat waktu.

BACA JUGA:Polisi Buru Pelaku Lain Kasus Pengeroyokan di Metro

Selain digunakan sebagai sarana distribusi logistik, angkutan barang melalui jalur rel dinilai dapat mengurangi kepadatan kendaraan angkutan berat di jalan raya. 

Moda ini juga berpotensi menekan risiko kecelakaan lalu lintas dan menghasilkan emisi karbon yang lebih rendah dibandingkan angkutan barang menggunakan truk.

"Kami akan terus meningkatkan kualitas layanan angkutan barang melalui penguatan operasional, keselamatan, dan pelayanan kepada pelanggan agar kereta api tetap menjadi pilihan dalam mendukung distribusi logistik yang efisien dan berkelanjutan," tandasnya.(*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait