Rumah Mengaji Hangus Terbakar, Anak-anak Bermain Api Jadi Pemicu?

Rumah Mengaji Hangus Terbakar, Anak-anak Bermain Api Jadi Pemicu?

Kebakaran rumah mengaji di Bandar Lampung, Minggu, 23 Agustus 2026.-Foto ist-

RADARLAMPUNG.CO.ID– Kebakaran melanda sebuah rumah di Jalan Raden Fattah, Gang Panca Karsa, RT 06 LK 02, Kelurahan Kaliawi, Kecamatan Tanjung Karang Pusat, Kota Bandar Lampung, Minggu, 23 Agustus 2026.

​Bagian ruang tengah rumah yang sehari-hari digunakan sebagai tempat mengaji Majelis Taklim Jahirul Ma’ani ludes dilalap si jago merah.

​Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Upaya Penyelamatan (Damkarmat) Bandar Lampung, Antoni Irawan, mengonfirmasi bahwa laporan kebakaran diterima oleh Mako Tendean pada pukul 12.11 WIB.  

​Merespons laporan tersebut, Damkarmat langsung mengerahkan 15 personel dari Pleton A beserta empat unit armada pemadam dari berbagai pos siaga. 

BACA JUGA:Bukan Sekadar Padamkan Api, Damkarmat Bandar Lampung Eksekusi 712 Evakuasi Non-Kebakaran hingga Agustus 2026

Keempat unit yang diterjunkan terdiri atas Unit Karba 015 Pos Siaga TKB, Unit Macan 021 Mako Tendean, Unit Supply 022 Mako Tendean, dan Unit Supply 05 Pos Siaga Langkapura.  

​Berkat kesigapan petugas yang mencatatkan response time cepat yakni hanya 4 menit, armada pertama tiba di lokasi kejadian pada pukul 12.15 WIB. 

Proses pemadaman berlangsung intensif dan berhasil diselesaikan pada pukul 13.15 WIB dengan menghabiskan total empat tangki air.  

​"Bagian rumah yang terbakar merupakan ruang tengah berukuran sekitar 3x6 meter yang sehari-hari digunakan sebagai tempat mengaji," jelas Antoni.  

BACA JUGA:Marak Kebakaran Lahan di Musim Kemarau, Damkarmat Bandar Lampung Catat 3 Insiden Berturut-turut

​Berdasarkan risalah kebakaran di lapangan, musibah ini menimpa rumah milik Bpk. KH. Ahmad Dzaki (47). Peristiwa diduga bermula ketika salah satu anak pemilik rumah bermain korek api di dalam ruangan. 

Api kemudian menyambar benda-benda yang mudah terbakar hingga membesar dan membakar isi ruang mengaji.  

​"Penyebab kebakaran masih diduga dari anak yang memainkan korek api hingga mengenai benda mudah terbakar. Akan tetapi, penyelidikan lebih lanjut akan ditangani oleh pihak yang berwajib," tambah Antoni.  

​Akibat insiden ini, sejumlah barang berharga ikut terbakar, mulai dari lemari pakaian, unit pendingin ruangan (AC), perabotan isi ruangan, hingga kerusakan pada struktur bangunan. Total kerugian material akibat kebakaran ini ditaksir mencapai Rp35.000.000.  

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait